Sambut Masa Liburan Idul Fitri 2026, Kemenpar Hadirkan Paket Wisata Khusus

Sambut Masa Liburan Idul Fitri 2026, Kemenpar Hadirkan Paket Wisata Khusus

Jakarta – Menyambut libur Idul Fitri 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah paket wisata khusus yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya pergerakan wisatawan pada periode Lebaran, yang selalu menjadi salah satu momentum perjalanan terbesar di Indonesia.

Berbicara dalam konferensi pers daring, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini menegaskan bahwa momen Idul Fitri memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan wisatawan.

“Kami percaya dengan adanya pergerakan ini akan terjadi dampak ekonomi atau perputaran ekonomi yang baik untuk masyarakat, terutama bagi pengusaha UMKM,” ujar Made, dikutip Reallist Media pada Jumat, 20 Maret 2026.

Menurut Made, peningkatan mobilitas tidak hanya memengaruhi sektor transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi UMKM yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata.

Untuk meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara, Kemenpar telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata Lebaran melalui kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata.

Paket ini difokuskan bagi pengguna transportasi udara, sekaligus mendukung kampanye Bangga Berwisata di Indonesia. Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan lebih memilih destinasi dalam negeri, sehingga memperkuat daya tahan sektor pariwisata nasional.

Made juga menekankan pentingnya peran online travel agent (OTA) dalam memberikan layanan berkualitas, terutama terkait informasi harga tiket transportasi darat, laut, maupun udara. Ia berharap setiap kondisi di lapangan dapat dikomunikasikan dengan baik agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan sesuai kebijakan.

Dukungan media juga diharapkan untuk menyampaikan informasi secara tepat dan berimbang, sehingga publik memahami kebijakan pemerintah terkait sektor transportasi dan pariwisata selama libur Lebaran.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.

Upaya tersebut mencakup perbaikan struktur biaya industri penerbangan, formulasi tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, serta dukungan terhadap rute perintis oleh pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama periode libur Idul Fitri, antara lain diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40–50 persen, diskon avtur hingga 10 persen di 37 bandara, serta potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50 persen.

Dengan kebijakan ini, pemerintah menargetkan penurunan harga tiket pesawat hingga kisaran 17–18 persen, sehingga aksesibilitas masyarakat untuk melakukan perjalanan selama libur Lebaran dapat meningkat.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Agustinus Budi Hartono, serta perwakilan OTA dan asosiasi pelaku industri pariwisata.

Baca juga: Sambut Liburan Idul Fitri 2026, Ancol Hadirkan Festival Raya Kemenangan

Baca juga: Hasil Sidang Isbat Mengumumkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026

Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan kelancaran perjalanan mudik dan wisata Lebaran 2026, sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *