Paparan di CEO Forum 2026, Kemenpar Fokuskan Pemasaran Pariwisata ke Asia

Paparan di CEO Forum 2026, Kemenpar Fokuskan Pemasaran Pariwisata ke Asia

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memaparkan strategi pemasaran adaptif dalam menghadapi dinamika krisis global yang berdampak pada sektor pariwisata.

Berbicara dalam forum The Iconomics CEO Forum & Awards bertajuk “Resilient Leadership in the Age of Disruption” yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis, 23 April 2026, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menegaskan bahwa pariwisata merupakan industri yang sangat sensitif terhadap perubahan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah.

Sebagai respons, Kemenpar melakukan pivot strategi pemasaran internasional dengan mengalihkan fokus pasar dari kawasan Eropa dan Amerika ke Asia. Made menyebutkan bahwa pasar utama yang kini menjadi prioritas meliputi Malaysia, Singapura, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Negara-negara tersebut dinilai strategis karena memiliki kedekatan geografis, akses penerbangan langsung, serta tidak terdampak rute transit yang melewati wilayah konflik.

“Pasar-pasar ini lebih dekat, tidak memerlukan transit melalui kawasan Timur Tengah, dan relatif tidak terdampak lonjakan harga tiket yang signifikan,” ujar Made, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 25 April 2026.

Meski demikian, ia mengakui bahwa refocusing ini juga menghadirkan tantangan berupa meningkatnya persaingan dengan negara-negara di kawasan yang sama. Untuk itu, Kemenpar terus mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor dalam memasarkan destinasi wisata Indonesia.

Salah satu langkah konkret adalah melalui program co-branding partners, yakni kerja sama co-marketing dan co-branding dengan berbagai merek lokal maupun internasional. Program ini bertujuan memperluas jangkauan promosi pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.

“Kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih kreatif dan efektif, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event di daerah,” kata Made.

Sementara Founder sekaligus CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menilai strategi refocusing Kemenpar mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi disrupsi global.

“Strategi ini menunjukkan optimisme dan ketangguhan para pemimpin dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan untuk tetap tumbuh di tengah kondisi yang dinamis,” ujarnya.

Baca juga: Perempuan Jadi Penggerak Strategis Pariwisata di Ancol Saat Momen Hari Kartini

Baca juga: Agnes Aditya Rahajeng Dinobatkan Sebagai Puteri Indonesia 2026

Kemenpar optimistis bahwa melalui strategi yang tepat, kolaborasi yang kuat, serta semangat inovasi, sektor pariwisata Indonesia akan terus bangkit dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *