Jakarta – Unit rock asal Bandung, The Changcuters resmi merilis album baru bertajuk WOW MA. Karya ini menjadi album studio kedelapan mereka, menyusul album Loyalis yang hadir lima tahun lalu.
Proses pengerjaan album berlangsung panjang, hingga akhirnya dirilis secara resmi di bawah label WOW MA Records, diproduseri langsung oleh The Changcuters, serta direkam dan dimixing oleh Azi Goodboy di WOWMA Studio.
Judul album WOW MA sendiri sudah lama melekat dengan identitas The Changcuters, meski makna sebenarnya masih mereka rahasiakan hingga momen spesial yang akan datang.
Berbicara dalam konferensi pers di Kemang, Jakarta Selatan, para personel The Changcuters menjelaskan bahwa album ini berisi 11 lagu yang sebagian sudah pernah mereka tampilkan di panggung.
Hal ini, menjadikannya terasa personal karena merupakan kumpulan cerita dari lima personel, yaitu Tria Ramadhani (vokal), Muhammad Iqbal/Qibil dan Arlanda Langitan (gitar), Dipa Hasibuan (bass), serta Erick Nindyoastomo (drums).
“Dari sebelas lagu yang ada, kami titipkan sebagian cerita kami di sana. Semoga bisa menemani hari-hari kalian,” ucap mereka, dikutip Reallist Media pada Jumat, 26 Juni 2026.
Album ini juga menandai kembalinya The Changcuters ke jalur indie setelah sebelumnya bergabung dengan Sony Music Indonesia pada 2008–2023. Mereka menegaskan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara saat mandiri maupun ketika berada di bawah label besar.
“Kami pikir secara proses produksi, estetika, dan aksi, kami tidak merasakan perbedaan signifikan,” ujar para personel The Changcuters.
Artwork album WOW MA mengusung gaya Art Deco, sebagai bentuk perayaan kematangan usia band yang genap 22 tahun pada 2026.
Daftar lagu dalam album ini meliputi WOW MA, Tanggung, Tak Terhingga, Teman Bertumbuh, Sebagai, Partai Party, Suar Cinta, Rahasia, Ruang Riang, Memang Beda, dan Raharja.
Selain perilisan digital, album WOW MA juga akan hadir dalam format fisik berupa CD, kaset, dan vinyl. The Changcuters turut mengumumkan kolaborasi dengan Vherkudara Eyewear, yang menjadi perpanjangan estetika album ini.
“Kami selalu percaya bahwa sebuah lagu punya jalannya sendiri untuk bertemu dengan pendengarnya. Album WOW MA sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital favorit kalian,” kata mereka.
Dengan perjalanan panjang sejak awal karier indie pada 2004, hingga kini kembali merilis album secara independen, WOW MA menjadi bukti konsistensi The Changcuters dalam menjaga identitas musikal mereka.
Album ini bukan hanya sekadar rilisan baru, tetapi juga refleksi perjalanan panjang band yang telah menemani penggemar selama lebih dari dua dekade.
Baca juga: Basboi Buka Dekade Baru Bermusik Lewat Album Kasablanka
Baca juga: Bernadya Kemas Rasa Takut di Album Kedua, Semoga Hanya di Mimpi
Saat ini, seluruh materi dalam album WOW MA milik The Changcuters sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []
