Jakarta – Grup band indie bergenre alternative rock asal Bekasi, Manipol, resmi merilis album EP perdana mereka bertajuk Maximize The Minimum.
Unit yang terbentuk delapan tahun lalu ini beranggotakan Martin (Vokal, Guitar), Denny (Bass), dan Agung (Gitar, Back Vocal). Sebelumnya dikenal dengan nama Mexican Seafood, mereka bergabung dengan Heavy Rain Records pada tahun 2024 dan memutuskan berganti nama menjadi Manipol.
Nama Manipol sendiri tercetus secara spontan. Martin menjelaskan bahwa nama tersebut diambil dari spare part motor bernama “manifold”.
“Sebenarnya enggak ada arti apa-apa, cuma gue merasa nama itu cukup catchy dan setau gue ‘manifold’ itu adalah salah satu komponen penting dalam mesin kendaraan bermotor,” ucap Martin, dikutip Reallist Media pada Senin, 6 Juli 2026.
Setelah merilis tiga single sebelumnya yaitu Alasan Kosong, Agitasi, dan Hukum Alam, Manipol akhirnya merampungkan mini album ini sebagai bentuk pembuktian. EP Maximize The Minimum menjadi simbol perjuangan mereka dalam memaksimalkan segala keterbatasan.
“EP ini menceritakan apa yang kita alami bersama dalam bermusik dari segala kekurangan, keterbatasan, dan waktu,” tutur Martin sang vokalis sekaligus penulis seluruh lagu di album ini.
“Tapi kita yakin bisa melewati bersama dan menciptakan karya apapun caranya. Intinya kami memaksimalkan segala keminimalisan,” ujarnya.
Sementara Denny menambahkan bahwa semangat Manipol adalah tetap yakin dan berjuang bersama. “Bagi kami enggak ada yang nggak mungkin. Selagi masih bersenang-senang di musik, gas terus ajah,” katanya.
Meski sempat mengalami keraguan setelah merilis Hukum Alam pada 2025, Manipol kembali mengingat tekad mereka untuk membuat mini album sebagai pelengkap karya.
Agung mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka sudah merampungkan enam materi rekaman, namun terkendala dana dan waktu untuk mixing dan mastering. Akhirnya, mereka memilih materi yang paling cocok untuk dimasukkan ke dalam EP.
Album ini berisi enam lagu, tiga di antaranya merupakan rilisan lama dan tiga lainnya baru. Alasan Kosong mengangkat tema keterpurukan seseorang yang selalu beralasan kosong. Agitasi menghadirkan nuansa rock alternative dan grunge era 90-an dengan amarah yang kuat. Hukum Alam menampilkan sound sederhana dengan gebukan drum penuh semangat.
Lagu baru Cara Dia berbicara tentang keserakahan orang-orang berkuasa. Mati Aja Lo, yang berkolaborasi dengan Ipul Bahri dari The Rain, menghadirkan sound gitar megah dan pesan tentang kekuatan diri. Sementara Terbuai Ekspektasi mengingatkan agar tidak terjebak dalam harapan palsu.
“Sebuah kebanggaan akhirnya kami bisa menyelesaikan mini album ini, walau dalam pengerjaannya penuh keterbatasan. Kami berharap karya-karya Manipol akan selalu punya tempat di hati dan kuping pendengar musik Indonesia,” tutur Martin.
Baca juga: Grup Duo, BESOK! Siapkan Mini Album Kepikiran
Baca juga: Billkiss Usung Energi Positif di Single Beruntung
Saat ini, 6 materi dalam EP Maximize The Minimum milik Manipol sudah tersedia di seluruh pemutar musik digital. []
