Aktivis Iklim Kpop, Kpop4Planet Masuk Daftar National Geographic 33

Aktivis Iklim Kpop, Kpop4Planet Masuk Daftar National Geographic 33

Jakarta – Dua penggemar K-pop sekaligus aktivis lingkungan, Nurul Sarifah dari Indonesia dan Hyekyeong Kim dari Korea Selatan, resmi terpilih dalam daftar bergengsi National Geographic 33 (NG33) tahun ini.

Mereka masuk sebagai salah satu dari 33 individu berpengaruh yang dinilai berkontribusi nyata dalam menciptakan masa depan lebih baik bagi dunia.

Pengakuan Internasional untuk Aktivis K-pop

National Geographic menempatkan Nurul dan Kim dalam kategori “Visioner” berkat kiprah mereka mendirikan Kpop4Planet, sebuah gerakan global yang mengajak penggemar K-pop untuk terlibat dalam aksi iklim.

Nurul menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang masuk daftar NG33, bersanding dengan tokoh publik dunia seperti aktor legendaris Harrison Ford dan desainer ternama Stella McCartney.

Kpop4Planet sebelumnya juga telah mendapat pengakuan internasional, antara lain masuk daftar 100 Wanita Terbaik BBC pada 2023 dan 100 Tokoh Iklim The Independent pada 2024.

Sejak diluncurkan pada 2021, gerakan ini telah mengorganisir kampanye dengan dukungan lebih dari 85.000 partisipan dari 80 negara.

Kampanye Ikonik Kpop4Planet

National Geographic menyorot kampanye “Hyundai, Drop Coal” yang berhasil menekan Hyundai Motor untuk membatalkan perjanjian pembelian aluminium dari Adaro Minerals Indonesia, yang rencananya diproduksi menggunakan PLTU batu bara di Kalimantan.

Selain itu, kampanye “K-pop Carbon Hunters” yang mendorong konser K-pop berbasis energi terbarukan juga mendapat perhatian luas.

Nurul, yang memimpin kampanye tersebut, menegaskan bahwa penggemar K-pop kini menjadi kekuatan besar dalam menekan perusahaan agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa penggemar K-pop tiada henti memperjuangkan masa depan mereka dari memburuknya krisis iklim,” kata Nurul, dikutip Reallist Media pada Rabu, 25 Maret 2026.

“Para penggemar telah berhasil menekan perusahaan besar seperti Hyundai untuk menghentikan penggunaan batu bara,” ujarnya.

Fokus Kampanye Terbaru: Hana Bank

Saat ini, Kpop4Planet tengah menyoroti Hana Bank, salah satu bank terbesar Korea Selatan, yang diketahui mendanai proyek nikel di Pulau Obi melalui Grup Harita.

Laporan Market Forces mencatat Hana Bank mengucurkan pembiayaan hingga US$ 84 juta per tahun 2023 untuk proyek yang ditenagai PLTU batu bara berkapasitas 1,6 GW, dengan rencana ekspansi hingga lebih dari 4 GW.

Melalui kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop Indonesia dengan total pengikut 280.000 orang menyerukan Hana Bank untuk menghentikan pendanaan batu bara.

Kritik semakin tajam karena Hana Bank menggunakan bintang K-pop ternama seperti G-Dragon dan An Yu-jin sebagai brand ambassador, sementara strategi bisnisnya dinilai bertolak belakang dengan komitmen lingkungan.

Solidaritas Penggemar K-pop untuk Bumi

Hyekyeong Kim, Direktur Kpop4Planet, menekankan bahwa solidaritas kreatif penggemar K-pop adalah bukti nyata kekuatan komunitas global.

“Saya bersyukur atas pengakuan terhadap pencapaian penggemar K-pop yang telah mengubah perusahaan dan pemerintah demi keadilan iklim. Solidaritas kreatif penggemar menunjukkan betapa mendesaknya krisis iklim yang semakin memburuk,” ujarnya.

Dengan masuknya Nurul dan Kim ke daftar NG33, Kpop4Planet semakin diakui sebagai gerakan iklim global yang lahir dari komunitas penggemar musik.

Baca juga: Catat 7 Miliar Streaming di Spotify, Jennie BLACKPINK Raih Sertifikasi Platinum di AS

Baca juga: Album Arirang Terjual 4 Juta Kopi di Hari Pertama, BTS Catat Rekor Baru

Mereka membuktikan bahwa kecintaan terhadap idola bisa menjadi energi besar untuk mendorong perubahan nyata demi masa depan bumi. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *