Dewan Syura PKB Gelar Doa Bersama di Jabar, Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah

Dewan Syura PKB Gelar Doa Bersama di Jabar, Serukan Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah

SUMEDANG — Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar rangkaian doa bersama untuk perdamaian dunia di sejumlah daerah di Jawa Barat pada Minggu, 15 Maret 2026. Kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Konflik yang memanas sejak akhir Februari 2026 tersebut memicu serangan balasan berupa rudal dan drone yang memperpanjang eskalasi di kawasan Timur Tengah. Situasi ini kembali menjadikan wilayah tersebut sebagai titik panas yang berpotensi mengancam stabilitas global.

Ketegangan itu tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga mengguncang perekonomian dunia. Ketidakstabilan di sekitar Selat Hormuz—jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia—memicu lonjakan harga energi global serta kekhawatiran terganggunya rantai pasok internasional.

Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, KH Maman Imanulhaq, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian moral dan spiritual umat Islam Indonesia terhadap perdamaian dunia.

“Konflik yang terus meluas ini harus segera dihentikan. Dunia membutuhkan kebijaksanaan para pemimpin global untuk memilih jalan damai. Doa ini adalah seruan moral agar perang tidak terus menelan korban kemanusiaan,” ujar KH Maman Imanulhaq di Sumedang, Minggu, 13 Maret 2026.

Rangkaian doa tersebut digelar di sejumlah tempat yang memiliki nilai spiritual dan kultural di Jawa Barat.

Di Keraton Kasepuhan Cirebon, KH Maman Imanulhaq memimpin langsung doa bersama yang diikuti para budayawan, seniman, serta jemaah Akar Djati.

Suasana khidmat menyelimuti kompleks keraton yang selama ini dikenal sebagai pusat spiritual dan budaya Islam di Cirebon. Para peserta memanjatkan doa agar dunia kembali menemukan jalan perdamaian.

Kegiatan serupa juga berlangsung di Pondok Pesantren Al-Mizan, Majalengka.

Para kiai dari berbagai daerah di Jawa Barat berkumpul dan menyampaikan pernyataan bersama tentang pentingnya menjaga keseimbangan global serta menghentikan perang melalui jalur diplomasi dan dialog kemanusiaan.

Di Islamic Centre Sumedang, pengurus, kader, dan simpatisan PKB bersama para alim ulama se-Kabupaten Sumedang turut menggelar doa bersama untuk kedamaian dunia.

Kegiatan ini dihadiri Abuya KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qadir serta Ketua DPC PKB Sumedang Taufik Nurrohim.

Doa bersama juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Mumtaz Mizani, Subang, yang melibatkan para santri, ulama, serta masyarakat sekitar sebagai bentuk solidaritas spiritual bagi terciptanya perdamaian dunia.

KH Maman Imanulhaq menegaskan bahwa Indonesia memiliki tradisi panjang dalam mempromosikan perdamaian dan dialog antarbangsa.

Menurutnya, suara moral dari ulama, pesantren, dan masyarakat sipil sangat penting untuk terus disuarakan di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan.

“Doa ini bukan sekadar ritual, tetapi pesan kemanusiaan dari Indonesia bahwa perdamaian adalah jalan terbaik bagi masa depan dunia,” ujarnya.

Melalui ikhtiar spiritual tersebut, Dewan Syura PKB berharap ketegangan global segera mereda dan para pemimpin dunia membuka jalan diplomasi demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Umat Islam juga berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan penuh keberkahan, sekaligus menjadi momentum persaudaraan serta pesan damai bagi seluruh umat manusia.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *