Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump resmi menerima 10 poin tuntutan Iran sebagai syarat gencatan senjata pada 7–8 April 2026. Kesepakatan ini berlaku selama dua pekan setelah perang AS–Iran yang dimulai 28 Februari 2026, dan dianggap Iran sebagai “kemenangan telak” atas Amerika Serikat dan Israel.
Perang antara Amerika Serikat dan Iran pecah pada 28 Februari 2026, ketika pasukan gabungan AS–Israel melancarkan serangan udara ke Teheran. Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan mantan Ketua Parlemen Ali Larijani.
Iran segera membalas dengan menutup Selat Hormuz dan menyerang sekutu regional AS, yang memicu lonjakan harga minyak dunia dan eskalasi militer di Timur Tengah. Konflik ini berlangsung selama lebih dari 40 hari, dengan korban sipil dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Dalam situasi yang semakin menegangkan, Iran mengajukan proposal berisi 10 poin untuk menghentikan perang.
Poin-poin tersebut mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi terhadap Iran, pengakuan atas program pengayaan uranium, kendali penuh atas Selat Hormuz, serta penarikan pasukan tempur AS dari kawasan Timur Tengah. Proposal ini diumumkan oleh televisi pemerintah Iran pada 8 April 2026.
Presiden Donald Trump, yang sebelumnya mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran, akhirnya melunak. Ia menyebut proposal Iran sebagai landasan yang dapat diandalkan untuk perundingan guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
“Proposal yang diajukan Iran terlihat seperti landasan yang dapat diandalkan untuk negosiasi guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung,” tulis Donald Trump melalui unggahan di media sosialnya, dikutip Reallist Media pada Rabu, 8 April 2026.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyambut kesepakatan ini dengan nada kemenangan.
“Musuh telah menderita kekalahan yang tak terbantahkan dan sekarang tidak melihat jalan keluar selain tunduk pada kehendak bangsa Iran yang agung dan Poros Perlawanan yang terhormat,” kata Iran dalam pernyataan resminya.
Kesepakatan gencatan senjata ini dimediasi oleh Pakistan dan berlaku selama dua pekan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada 10 April 2026 untuk membahas kemungkinan kesepakatan damai jangka panjang.
Bagi Iran, penerimaan atas 10 poin ini dianggap sebagai legitimasi atas posisi mereka di kancah internasional. Mereka menilai bahwa AS dan Israel akhirnya tunduk pada tuntutan Teheran. Bagi Trump, langkah ini adalah strategi untuk menghentikan eskalasi konflik, meski dianggap sebagai konsesi besar.
Baca juga: Soal Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tidak Peduli
Baca juga: Helikopter Militer Terbang Rendah di Dekat Rumah Musisi Kid Rock
Namun, karena gencatan senjata hanya berlaku sementara, masa depan hubungan AS–Iran masih penuh ketidakpastian. []

