Jakarta – Keputusan mengejutkan datang dari dunia sepak bola internasional ketika tim nasional Iran resmi mengumumkan mundur dari ajang Piala Dunia FIFA 2026.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, pada 11 Maret 2026, hanya beberapa hari setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataannya, Donyamali menegaskan bahwa dalam keadaan apa pun Iran tidak dapat berpartisipasi di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Iran sejatinya telah lolos ke putaran final dan ditempatkan di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Namun, seluruh pertandingan grup dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, yang dianggap tidak aman bagi tim Iran.
Donyamali menyebut bahwa keputusan ini bukan hanya bentuk protes atas tindakan militer AS, tetapi juga demi keselamatan para pemain. Ia menambahkan bahwa rakyat Iran telah menjadi korban dari serangan yang disebutnya sebagai “tindakan jahat”, sehingga kehadiran di Piala Dunia dianggap mustahil.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat memastikan bahwa Iran tetap diterima untuk tampil setelah berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump. Trump bahkan menegaskan bahwa tim Iran dipersilakan ikut serta.
Namun, dua hari kemudian, Trump merilis pernyataan berbeda melalui platform Truth Social, menyarankan agar Iran tidak berpartisipasi demi keselamatan pemain di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Kontradiksi ini semakin memperkeruh situasi dan menimbulkan ketidakpastian mengenai nasib Iran di turnamen.
Mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kasus langka di mana sebuah negara menarik diri dari ajang olahraga terbesar dunia karena konflik geopolitik.
FIFA kini menghadapi dilema besar, apakah akan memberikan sanksi kepada Iran atau mencari pengganti dari konfederasi Asia. Selain itu, absennya Iran juga berdampak pada dinamika grup yang sudah terbentuk, sekaligus menyoroti bagaimana ketegangan politik global dapat merembes ke ranah olahraga.
Keputusan ini menegaskan bahwa sepak bola, meski sering disebut sebagai pemersatu bangsa, tidak bisa sepenuhnya lepas dari realitas politik dan keamanan internasional.
Baca juga: Soal Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tidak Peduli
Baca juga: Pembalap MotoGP, Marc Márquez Masuk Nominasi Laureus World Sports Awards 2026
Piala Dunia 2026 yang semula diharapkan menjadi ajang persatuan kini justru diwarnai ketegangan geopolitik, dengan absennya Iran sebagai salah satu cerita paling dramatis menjelang kick-off. []

