Marriott Bonvoy Hadirkan Loka Rasa 2026, Rayakan Warisan Kuliner Indonesia

Marriott Bonvoy Hadirkan Loka Rasa 2026, Rayakan Warisan Kuliner Indonesia

Jakarta – Marriott Bonvoy kembali menghadirkan kampanye kuliner tahunan Loka Rasa, sebuah perayaan warisan kuliner Indonesia yang kaya dan beragam. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Loka Rasa 2026 berlangsung dari April 2026 hingga Maret 2027 di berbagai restoran Marriott Bonvoy di seluruh Indonesia.

Tahun ini, lima chef dari portofolio hotel Marriott Bonvoy menghadirkan sepuluh hidangan warisan yang merepresentasikan cita rasa Bali, Jawa, Sulawesi, dan Lombok, dengan interpretasi personal yang tetap menghormati akar tradisi.

Loka Rasa: Rasa dan Cerita

Nama Loka Rasa berasal dari kata loka (bahasa Sanskerta untuk dunia atau alam keberadaan) dan rasa (pengalaman indera akan cita rasa). Lebih dari sekadar makanan, kampanye ini menekankan bahwa kuliner adalah ekspresi identitas, memori, dan tempat.

Setiap hidangan bukan hanya menyajikan rasa, tetapi juga membawa cerita tentang dapur rumah, warung jalanan, hingga meja makan keluarga yang membentuk pengalaman kuliner Indonesia.

Ekspresi Kolektif Warisan Kuliner

Regional Vice President Indonesia & Malaysia, Marriott International Ramesh Jackson mengatakan bahwa Loka Rasa bukan hanya tentang apa yang disajikan. Ini tentang bagaimana makanan membawa budaya, melintasi pulau, generasi, dan bahkan batas negara.

“Melalui kampanye ini, kami bangga menghadirkan chef-chef kami untuk menghormati hidangan warisan sekaligus memberi tamu cara bermakna untuk merasakan keragaman kuliner Indonesia,” ucap Ramesh Jackson, dikutip Reallist Media pada Minggu, 12 April 2026.

Bali

Dari Courtyard by Marriott Bali Seminyak Resort, Executive Chef Donald Hutauruk menghadirkan Se’i Sapi, daging sapi yang diasap perlahan hingga aroma kayu dan rempah meresap sempurna.

Ia juga menyajikan Serabi Solo, panekuk tepung beras dengan sentuhan santan dan gula aren karamel, lembut dan harum dengan pinggiran renyah.

Jawa Timur

Executive Chef Rio Abednego dari JW Marriott Hotel Surabaya membawa cita rasa Jawa Timur lewat Pecel Pincuk, sayuran rebus dengan saus kacang berbalut asam jawa dan cabai rawit, disajikan di atas daun pisang lipat.

Hidangan lainnya, Nasi Bakar, menghadirkan nasi yang dibungkus daun pisang lalu dipanggang hingga harum smokey meresap ke setiap butir.

Jakarta

Di The Westin Jakarta, Executive Sous Chef Chiko Fonia menafsirkan ulang kuliner Malang dengan Bakwan & Bakso Malang—gorengan renyah berpadu dengan bakso kenyal dalam kuah bening aromatik.

Ia juga menyajikan Sayur Lodeh, rebusan sayuran dengan santan, lengkuas, daun kunyit, dan tauco yang menghasilkan kuah kaya dan kompleks.

Sulawesi

Executive Sous Chef Grace Natalia C. Titaheluw dari Four Points by Sheraton Makassar menghadirkan Bubur Manado, bubur nasi dengan sayuran musiman, daun hijau, dan rempah segar.

Untuk pencuci mulut, ia menyajikan Es Pisang Ijo, pisang matang dibalut adonan tepung beras hijau, disajikan dengan santan dan sirup pandan yang segar dan tropis.

Lombok

Chef Adi Safardian Mulyana dari The Sira, a Luxury Collection Resort and Spa, Lombok, menampilkan Ayam Taliwang, ayam yang dimarinasi dengan cabai, bawang putih, terasi, dan jeruk nipis, lalu dipanggang hingga kulitnya berlapis glaze pedas-karamel.

Ia juga menyajikan Nasi Kuning, nasi kunyit beraroma serai dan santan, simbol kemakmuran dan rasa syukur dalam tradisi Indonesia.

Lebih dari Sekadar Hidangan

Sepuluh hidangan ini akan hadir bergiliran di restoran Marriott Bonvoy di seluruh Indonesia, mulai dari all-day dining hingga signature restaurants dan layanan in-room dining.

Menu akan berganti secara berkala, memberi kesempatan tamu untuk mencicipi berbagai spesialisasi daerah sepanjang tahun.

Dengan Loka Rasa 2026, Marriott Bonvoy mengajak tamu menjelajahi nusantara satu hidangan warisan pada satu waktu.

Baca juga: Aespa Konser di Jakarta, Ningning Cerita Makan Nasi Goreng dan Mie Goreng Sebelum Tidur

Baca juga: Takumi Bali Hadirkan Kaiseki Bento dan Omakase 18 Hidangan

Baca juga: 8 Rekomendasi Kafe WFC Paling Estetik di Jakarta 2026

Setiap sajian menjadi pengingat bahwa bahasa budaya paling kuat Indonesia selalu diucapkan melalui makanan. []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *