Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Menteri Widiyanti Optimistis Momentum Berlanjut

Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Menteri Widiyanti Optimistis Momentum Berlanjut

Jakarta – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.

Lewat keterangan tertulisnya, Kemenpar mengatakan bahwa hal ini tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara serta perjalanan wisatawan nusantara.

Di tengah dinamika global, pemerintah juga memperkuat manajemen krisis pariwisata melalui pemantauan intensif terhadap rute penerbangan internasional dan penyesuaian strategi promosi dengan fokus pada pasar yang relatif stabil seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.

“Kami optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat,” ucap Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 11 April 2026.

Dalam laporan bulanan yang digelar di Jakarta pada Selasa, 7 April 2026, Menteri Widiyanti didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kebijakan dan program untuk memastikan pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan, meningkat sekitar 13,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,02 juta kunjungan.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Februari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,35 juta kunjungan, tumbuh 7,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar, diikuti oleh Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste.

Wisatawan Nusantara

Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 tercatat sekitar 91,14 juta perjalanan, meningkat 0,70 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif Januari–Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 193,17 juta perjalanan, meski sedikit terkoreksi 0,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki Maret, pergerakan wisatawan nusantara kembali meningkat seiring momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran. Selama periode 13–29 Maret 2026, Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan, tumbuh 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Surplus Devisa Pariwisata

Di sisi lain, jumlah perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Februari 2026 tercatat 701.070 perjalanan, menurun 7,64 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif Januari–Februari 2026, jumlahnya mencapai 1,71 juta perjalanan, turun 2,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data ini menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri. Pada Februari 2026 tercatat surplus sebesar 0,46 juta, sementara secara kumulatif Januari–Februari 2026 mencapai surplus 0,64 juta, yang turut mendukung pencapaian net devisa pariwisata nasional.

Kegiatan Strategis Kementerian Pariwisata

Sepanjang Maret 2026, Kementerian Pariwisata melaksanakan berbagai kegiatan strategis untuk memastikan kesiapan sektor pariwisata nasional. Pemerintah membahas kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat selama libur Nyepi dan Lebaran melalui Sidang Kabinet Paripurna, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pelayanan wisata berjalan optimal.

Kementerian juga melakukan peninjauan langsung di lebih dari 170 titik destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi, kualitas layanan, serta penerapan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Ilustrasi pariwisata Indonesia. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pariwisata Indonesia. (Foto: Istimewa)

Karisma Event Nusantara (KEN)

Program Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pergerakan wisatawan. Pada 2026, program ini mendukung 125 event daerah di 38 provinsi.

Hingga 1 April 2026, lima event telah terselenggara, antara lain:

  1. Grebeg Sudiro di Jawa Tengah
  2. Festival Perang Air di Riau
  3. Festival Sahur-Sahur di Kalimantan Barat
  4. Aceh Ramadhan Festival
  5. Cap Go Meh Bogor Street Festival di Jawa Barat

Kerja Sama dan Promosi Internasional

Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, Kementerian Pariwisata aktif menjalin kerja sama internasional. Partisipasi dilakukan pada UN Tourism Minister’s Summit 2026 di Berlin, Jerman, serta kunjungan kerja ke Jepang yang menghasilkan nota kerja sama di bidang pariwisata.

Promosi destinasi Indonesia juga diperluas melalui partisipasi dalam tiga pameran internasional, tujuh kegiatan sales mission, dan dua kegiatan business matching internasional sepanjang Maret 2026.

Dari seluruh rangkaian kegiatan promosi tersebut tercatat potensi devisa pariwisata sebesar Rp17,2 triliun, dengan potensi perjalanan wisatawan mencapai 552.487 perjalanan.

Pada ajang Internationale Tourismus-Börse Berlin 2026, Paviliun Wonderful Indonesia bersama 93 pelaku industri pariwisata nasional berhasil mencatat potensi devisa sekitar Rp14,91 triliun dengan potensi pergerakan 479.434 wisatawan.

Promosi juga dilakukan melalui sales mission di berbagai kota Eropa serta business matching di Amerika Utara, termasuk di San Francisco dan Vancouver, serta partisipasi dalam NATAS Travel Fair 2026 di Singapura.

Penghargaan Internasional

Berbagai capaian ini turut mengantarkan pariwisata Indonesia meraih sejumlah penghargaan internasional, antara lain:

  • Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destinations 2026 dari Tripadvisor
  • Asia’s 50 Best Restaurants 2026
  • Penataan Perizinan Akomodasi

Penataan perizinan akomodasi pariwisata dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta integrasi data usaha dalam sistem OSS berbasis risiko. Langkah ini mencakup pendataan, verifikasi, pendampingan pelaku usaha, serta penguatan integrasi data secara nasional.

Baca juga: Menpar Widiyanti Apresiasi Layanan Pariwisata Bali Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Baca juga: The Ascott Resmi Luncurkan HARRIS Hotel & Convention Serpong

Inisiatif ini mendorong peningkatan jumlah usaha akomodasi yang berizin. Tercatat penambahan 25.490 usaha akomodasi pariwisata (setara 37%) yang terdaftar di OSS per 31 Maret 2026 dibandingkan 31 Maret 2025. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *