Terjatuh, Veda Ega Pratama Gagal Finish di Moto3 Amerika

Terjatuh, Veda Ega Pratama Gagal Finish di Moto3 Amerika

Jakarta – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama gagal menyelesaikan seri ketiga Moto3 2026 di Circuit of the Americas (COTA), Senin, 30 Maret 2026 dini hari WIB. Meski sempat mencatat lap tercepat, ia terjatuh 10 putaran menjelang akhir lomba dan didiskualifikasi (DNF).

Kemenangan akhirnya diraih Guido Pini dalam balapan dramatis meninggalkan Veda Ega Pratama yang gagal finish.

Jalannya Balapan Moto3 Amerika 2026

  • Start: Veda memulai dari posisi keempat setelah tampil impresif di sesi kualifikasi. Ia sempat menempel ketat Alvaro Carpe yang meraih pole position.
  • Lap awal: Veda terlempar ke posisi delapan pada lap pertama, sementara Carpe (Red Bull KTM Ajo) dan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) melesat ke depan.
  • Lap ketiga: Veda berhasil mencatat waktu tercepat, menunjukkan performa kompetitif.
  • Insiden: Saat balapan menyisakan 10 putaran, Veda terjatuh dan tidak bisa melanjutkan lomba. Joel Esteban (LevelUp – MTA) yang berada di belakangnya ikut terhenti.
  • Hasil akhir: Guido Pini tampil sebagai pemenang Moto3 Amerika 2026 setelah pertarungan sengit di lap-lap terakhir.

Performa Veda Ega Pratama Musim 2026

  • Debut impresif: Veda mengawali musim dengan finis di posisi lima pada seri pembuka di Thailand.
  • Sejarah di Brasil: Ia mencetak sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang naik podium di ajang Moto3, finis di posisi tiga besar.
  • COTA: Meski gagal finis, performanya tetap menunjukkan potensi besar dengan catatan lap tercepat dan start dari barisan depan.

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Podium Ketiga di Moto3 Brasil 2026. (Foto: Instagram/veda54)

Konteks Internasional

  1. Circuit of the Americas (COTA): Sirkuit sepanjang 5,5 km di Austin, Texas, dikenal sebagai salah satu trek paling teknis di kalender MotoGP. Marc Márquez dijuluki “King of COTA” karena dominasinya di kelas MotoGP.
  2. Moto3 2026: Kelas ini menjadi ajang pembuktian bagi talenta muda dunia. Nama-nama seperti Alvaro Carpe, Maximo Quiles, dan Guido Pini kini bersaing ketat di papan atas.
  3. Honda Team Asia: Tim yang menaungi Veda berfokus mengembangkan talenta Asia untuk bersaing di level dunia, dengan dukungan penuh dari Honda Racing Corporation.

Meski hasil di COTA mengecewakan, Veda Ega Pratama tetap menunjukkan progres signifikan sebagai pembalap muda berusia 17 tahun. Catatan podium di Brasil dan performa kualifikasi di Amerika membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan rider top dunia.

Baca juga: Cetak Sejarah, Veda Ega Pratama Naik Podium Ketiga di Moto3 Brasil 2026

Baca juga: Maarten Paes Raih Penghargaan Kiper Terbaik di PSSI Awards 2026

Ke depan, konsistensi dan pengalaman akan menjadi kunci bagi Veda untuk menjaga momentum. Dengan dukungan Honda Team Asia dan antusiasme publik Indonesia, ia berpotensi menjadi salah satu pembalap Asia paling berprestasi di ajang Moto3. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *