The SIGIT Rilis Single Bread & Circus Usai 6 Tahun Absen Berkarya

The SIGIT Rilis Single Bread & Circus Usai 6 Tahun Absen Berkarya

Jakarta – The SIGIT resmi comeback setelah enam tahun absen dengan single terbaru berjudul Bread & Circus. Lagu ini menandai era baru band rock asal Bandung dengan formasi segar, eksplorasi psychedelic rock, dan narasi kritis tentang isu struktural serta perampasan ruang.

The SIGIT, atau The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, adalah salah satu band rock independen paling berpengaruh dari Indonesia. Dibentuk pada awal 2000-an di Bandung, mereka dikenal dengan gaya hard rock, garage rock, blues rock, dan psychedelic rock yang kental dengan nuansa 70-an.

Sejak debut dengan EP Visible Idea of Perfection (2006) dan album penuh Detourn (2013), The SIGIT telah menjadi ikon musik rock indie tanah air, bahkan mendapat pujian dari Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu band yang memberi warna baru dalam industri musik lokal yang kala itu didominasi pop.

Setelah merilis single Another Day pada 2020, The SIGIT sempat vakum cukup lama. Kini, enam tahun kemudian, mereka kembali dengan single Bread & Circus, sebuah karya yang bukan hanya sekadar comeback, tetapi juga pembuka era baru.

Ada tiga hal penting yang menandai era ini. Pertama, masuknya tiga personel baru, yakni Absar Lebeh (gitar), Aghan Sudrajat (bas), dan Raveliza (drum), bergabung dengan dua personel lama, Rekti Yoewono (vokal, gitar) dan Farri Icksan Wibisana (gitar).

Kehadiran mereka membawa dinamika segar dalam proses kreatif, memperluas perspektif musikal, dan memperkaya aransemen lagu.

Kedua, single Bread & Circus sendiri menjadi perkenalan eksplorasi musik terbaru The SIGIT. Masih setia dengan guitar-driven rock, namun kali ini mereka menambahkan synthesizer dan instrumen elektronik yang memperkuat nuansa psychedelic.

Lagu ini mengangkat narasi tentang isu struktural, perampasan ruang, dan abuse of power dalam pengelolaan sumber daya alam, sebuah tema yang jarang disentuh dalam musik rock Indonesia. Pesan ini serupa pengingat bahwa alam dan isinya selalu menanggung akibat dari keserampangan manusia.

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Rekti mengatakan bahwa keterlibatan Absar, Aghan, dan Ravel dalam proses produksi turut memberikan angin segar bagi The SIGIT dalam proses pengkaryaan.

“Kehadiran mereka jelas membawa nuansa yang berbeda pada hasil akhir karena cara bermain mereka yang sangat berbeda dengan kebiasaan formasi lama,” ucap Rekti, dikutip Reallist Media pada Jumat, 3 April 2026.

“Perspektif dan perbendaharaan musikal merekalah yang membuka cakrawala dalam pembuatan dan aransemen lagu,” tuturnya.

Grup band The SIGIT. (Foto: Istimewa)
Grup band The SIGIT. (Foto: Istimewa)

Ketiga, single Bread & Circus hanyalah awal dari rangkaian materi baru yang tengah dipersiapkan. Rekti menyebut bahwa lagu-lagu lain yang sudah mereka buat bersama memiliki daya tarik yang tidak kalah segar, menandakan pembaruan musikal yang menyegarkan.

Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi penggemar yang telah menunggu rilisan baru selama bertahun-tahun.

Dalam proses produksi, The SIGIT juga melibatkan sejumlah kolaborator. Tanya Ditaputri (Rattles) mengisi vokal latar, sementara Budianto Setyadi bertindak sebagai produser sekaligus mixing engineer.

Dari sisi visual, artwork dan foto digarap oleh Gunkbudi dan Refantho Ramadhan, memperkuat identitas visual era baru mereka.

Sejarah panjang The SIGIT menunjukkan konsistensi mereka dalam menjaga idealisme musik. Sejak awal, band ini dikenal melawan arus industri musik Indonesia yang didominasi pop pada 2000-an. Dengan pengaruh kuat dari musik rock klasik 70-an, mereka berhasil membangun basis penggemar yang loyal, baik di dalam maupun luar negeri.

Album Detourn (2013) misalnya, memperlihatkan eksplorasi musikal yang lebih kompleks, sementara EP Hertz Dyslexia (2009–2011) menjadi bukti keberanian mereka bereksperimen dengan format rilisan yang tidak biasa.

Kini, dengan perilisan Bread & Circus, The SIGIT bukan hanya kembali, tetapi juga memperlihatkan evolusi. Mereka tidak sekadar mengulang formula lama, melainkan menghadirkan sesuatu yang lebih luas, lebih berani, dan lebih relevan dengan isu sosial.

Era baru ini memperlihatkan bagaimana band yang sudah berusia lebih dari dua dekade tetap mampu beradaptasi, bereksperimen, dan menyuarakan hal-hal penting melalui musik.

Baca juga: Seringai Comeback, Lepas Dua Single, Sejati dan Senarai Feses

Baca juga: Man Sinner Rilis Versi Audio Single Bumi Menangis (Unplugged)

Saat ini, single Bread & Circus milik The Sigit sudah tersedia di berbagai layanan streaming musik mulai 3 April 2026, dan video musiknya tayang perdana di kanal YouTube The SIGIT pada pukul 20:00 WIB. []

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *