Jakarta – Grup musik alternative rock asal Jakarta, Zorrrya, resmi merilis EP terbaru bertajuk Ellipsis. Rilisan ini hadir melalui kerja sama dengan label rekaman demajors dalam format digital, dan berisi empat lagu yang menandai evolusi sekaligus comeback mereka dengan pendekatan musikal yang lebih jujur dan grounded.
Materi EP Ellipsis lahir dari gagasan tentang jeda, ruang hening yang justru menyimpan banyak hal tak terucap.
Perjalanan emosional dalam EP ini bergerak dari konfrontasi terhadap kepalsuan di single pembuka Artifice, menuju kesadaran emosional di Amygdala, lalu refleksi yang melayang pada Reverie, hingga akhirnya tiba pada penerimaan dan kepulangan diri dalam Rengkuh.
Diproduksi sepanjang hampir satu tahun pada 2025, EP Ellipsis menjadi momen penting bagi Zorrrya untuk menata ulang identitas musikal mereka. Tanpa meninggalkan kedalaman khas, band ini memilih arah yang lebih dekat, lebih relatable, dan berakar pada pengalaman nyata masing-masing personel.
Zorrrya terdiri dari lima personel, yakni Ramadhina Dewi (vokal), Nyoman Agastyasana (gitar), M. Agung Biondi (gitar), M. Aziz Tara (bass), dan Haykal Imarhel (drum).
Bagi mereka, EP ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan bentuk penghidupan kembali energi bermusik yang selama ini menjadi ruang pulang di tengah perjalanan profesional masing-masing.
Lewat EP Ellipsis, Zorrrya berharap pengalaman personal yang dituangkan dalam empat lagu ini dapat menjadi ruang resonansi bersama para pendengar.
Zorrrya sendiri merupakan grup band alternative rock asal Jakarta yang terbentuk dari pertemuan lima individu dengan latar belakang profesional berbeda. Meski masing-masing telah menempuh karier di bidangnya, musik tetap menjadi ruang untuk kembali terhubung dengan diri sendiri dan satu sama lain.
Musik Zorrrya memadukan kedalaman emosi dengan tekstur sinematik dan aransemen dinamis. Ramadhina Dewi menghadirkan vokal jujur dan ekspresif, Nyoman Agastyasana membangun lapisan sound yang luas, Muhammad Biondi membawa pendekatan empatik dalam penciptaan lagu, M. Aziz Tara memberikan fondasi bass yang kuat dan terukur, sementara Haykal Imarhel menggerakkan lagu dengan ritme ekspresif lintas-genre.
Bersama, mereka menciptakan alternative rock yang terasa nyata dan dekat, dengan lagu-lagu tentang konflik batin, kerinduan, dan proses bertumbuh. Zorrrya hadir untuk mengubah pengalaman personal menjadi cerita yang bisa mengisi waktu serta hati pendengarnya.
Baca juga: Assia Keva Kemas Tiga Lagu di Mini Album forevermore, but it’s just me and piano
Baca juga: Demajors Buka Pre-Order Vinyl Album Sukses Lancar Rejeki, SAS, Swellow hingga TT&TW
Saat ini, EP Ellipsis milik Zorrrya sudah tersedia di seluruh platform streaming digital, termasuk Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik. []

