Jakarta – Kepergian Phil Campbell di usia 64 tahun meninggalkan lubang besar di hati para pecinta musik rock dan metal dunia. Bergabung dengan Motörhead sejak 1984, pria asal Wales ini bukan sekadar pengganti, melainkan nyawa baru yang menemani Lemmy Kilmister selama lebih dari 30 tahun.
Mengenang warisan musiknya, berikut adalah 5 album terbaik Motörhead yang menjadi bukti kejeniusan permainan gitar Phil Campbell:
1. Orgasmatron (1986)
Ini adalah album studio pertama Phil Campbell bersama Motörhead setelah era “Fast” Eddie Clarke berakhir. Di album ini, Phil menunjukkan bahwa ia mampu membawa nuansa yang lebih berat dan gelap.
Trek ikonik seperti Orgasmatron menampilkan riff yang menghipnotis, membuktikan bahwa Phil adalah tandem yang sempurna untuk vokal serak Lemmy.
2. 1916 (1991)
Banyak kritikus menganggap 1916 sebagai salah satu mahakarya terbaik band ini. Phil Campbell bereksperimen dengan berbagai gaya, mulai dari speed metal yang kencang hingga balada yang menyentuh di lagu penutup.
Album ini bahkan mendapatkan nominasi Grammy, mempertegas posisi Phil sebagai gitaris kelas dunia.
3. Inferno (2004)
Memasuki era modern, Phil Campbell justru tampil semakin beringas. Di album Inferno, permainan gitarnya terdengar sangat tajam dan presisi. Lagu-lagu seperti In the Name of Tragedy menunjukkan teknik shredding yang efisien namun tetap memiliki jiwa rock ‘n’ roll yang kotor khas Motörhead.
4. Kiss of Death (2006)
Album ini menonjolkan kemampuan Phil dalam menyusun melodi tanpa kehilangan intensitas distorsi. Solo gitar dalam lagu God Was Never on Your Side adalah salah satu momen paling emosional dalam diskografi Motörhead, menunjukkan sisi melankolis dari sang gitaris.
5. Bad Magic (2015)
Ini merupakan album studio terakhir Motörhead sebelum pembubaran band akibat wafatnya Lemmy Kilmister. Phil Campbell tampil habis-habisan di sini.
Baca juga: Sepak Terjang Phil Campbell, Gitaris Motörhead yang Wafat dalam Usia 64 Tahun
Baca juga: Phil Campbell, Gitaris Motörhead, Meninggal Dunia di Usia 64 Tahun
Permainannya di lagu Victory or Die menjadi penutup yang manis sekaligus gahar bagi perjalanan panjangnya bersama band paling berisik di dunia ini. []

