Alasan Gen Z Kembali ke “Digicam” Jadul di Tahun 2026

Alasan Gen Z Kembali ke “Digicam” Jadul di Tahun 2026

Jakarta – Pernahkah kamu melihat seseorang di kafe atau konser musik tidak menggunakan iPhone terbaru mereka untuk memotret, melainkan sebuah kamera saku kecil bermerek Canon atau Sony rilisan tahun 2005?

Selamat datang di tahun 2026, di mana teknologi paling canggih justru kalah saing dengan estetika “buram” dan “pecah” dari kamera digital jadul atau yang akrab disapa Digicam.

Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bentuk perlawanan terhadap hasil foto smartphone yang dianggap terlalu sempurna dan tajam.

1. Pesona Estetika “Lofi” yang Autentik

Berbeda dengan kamera HP yang menggunakan AI untuk memperhalus wajah dan menajamkan warna, digicam jadul memberikan hasil foto yang apa adanya. Efek flash yang terlalu terang, grain (bintik-bintik), dan saturasi warna yang agak meleset justru dianggap memberikan kesan nostalgia dan “nyata” bagi anak muda zaman sekarang.

2. Gerakan Digital Detox: Menghargai Momen

Menggunakan kamera saku berarti kamu tidak akan terganggu oleh notifikasi WhatsApp atau Instagram saat sedang memotret. Ada jeda antara memotret dan melihat hasilnya (karena layar LCD kamera lama biasanya kecil dan tidak jernih). Ini memberikan pengalaman yang lebih intim dengan momen yang sedang dialami.

3. Harga Terjangkau (Dulu, Sih!)

Awalnya, hobi ini sangat murah. Kamu bisa menemukan digicam di pasar loak seperti Pasar Baru atau Blok M Square dengan harga Rp200.000-an. Namun, karena permintaan melonjak di tahun 2026, beberapa seri langka kini harganya bisa mencapai jutaan rupiah!

Rekomendasi 3 Digicam “Starter Pack” untuk Pemula

Jika kamu ingin mulai terjun ke hobi ini, berikut adalah 3 seri yang paling banyak dicari karena karakter warnanya yang unik:

1. Canon IXUS Series

Seri ini adalah primadona. Bentuknya yang sangat tipis dan material metalnya memberikan kesan premium. Hasil fotonya cenderung memiliki skin tone yang hangat dan lembut.

2. Sony Cyber-shot (CCD Sensor)

Banyak kolektor mencari Sony rilisan awal karena sensor CCD-nya. Sensor ini dikenal mampu menghasilkan warna yang sangat mirip dengan kamera film analog. Sangat cocok untuk memotret pemandangan kota di malam hari.

3. Nikon Coolpix Series

Dikenal dengan pengoperasiannya yang sangat simpel. Jika kamu suka hasil foto yang punya kontras tinggi dan tajam (namun tetap bergaya retro), Nikon adalah pilihan tepat.

Tips Hunting Digicam agar Tidak Tertipu

  • Cek Kondisi Lensa: Pastikan tidak ada jamur atau baret dalam yang mengganggu hasil foto.
  • Tanyakan Ketersediaan Baterai & Charger: Kamera lama seringkali menggunakan baterai khusus yang sudah susah dicari. Pastikan paket pembeliannya lengkap atau cari tahu apakah baterainya masih dijual di toko online.
  • Bawa Memory Card Sendiri: Saat COD (Cash on Delivery), bawa kartu memori untuk mencoba langsung apakah kamera masih berfungsi menyimpan data dengan baik.

Kesenangan dalam Ketidaksempurnaan

Tren digicam mengajarkan kita bahwa sesuatu yang “canggih” tidak selalu berarti “lebih baik”.

Baca juga: 8 Rekomendasi Kafe WFC Paling Estetik di Jakarta 2026

Baca juga: Panduan Memulai Koleksi Vinyl untuk Pemula: Tips dan Rekomendasi Tempat Hunting

Terkadang, dalam ketidaksempurnaan sebuah foto yang sedikit buram dan berpiksel, tersimpan memori yang jauh lebih kuat dan emosional. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *