Jakarta – Akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data OJK, sebanyak 69,5 persen UMKM belum mampu memperoleh kredit perbankan.
Menjawab persoalan tersebut, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi meluncurkan portal digital Andalan UMKM di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta.
Portal ini dirancang untuk membantu UMKM memahami profil kredit usaha mereka sekaligus meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan formal.
Inisiatif ini didukung oleh Kementerian UMKM dan diawasi langsung oleh OJK, sebagai langkah strategis memperkuat kredibilitas dan kesiapan finansial UMKM.
Latar Belakang
Indonesia memiliki sekitar 57 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Namun, keterbatasan dokumentasi usaha, histori kredit, dan minimnya pemahaman mengenai proses penilaian lembaga keuangan membuat banyak UMKM kesulitan memperoleh pembiayaan.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo, menegaskan bahwa masalah utama bukan pada potensi usaha, melainkan pada persiapan.
“Selama lima tahun terakhir, CBI telah membangun infrastruktur data yang menghubungkan UMKM dengan pembiayaan formal,” ucap Anton Adiwibowo, dikutip Reallist Media pada Rabu, 20 Mei 2026.
“Namun, data saja tidak cukup, pemilik usaha juga perlu memahami data tersebut. Melalui Andalan UMKM, kami ingin membantu pemilik usaha memahami bagaimana lembaga keuangan melihat profil usaha mereka dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami,” ujarnya.
Fitur Utama Andalan UMKM
Andalan UMKM menghadirkan empat fitur utama yang dirancang untuk mempermudah pelaku usaha:
- Checklist Kesiapan Dokumen: Membantu UMKM menyiapkan dokumen penting seperti NIB, NPWP, akta pendirian usaha, rekening koran, dan laporan keuangan.
- Asesmen Profil Mandiri: Memberikan gambaran identitas usaha, status entitas, kelengkapan dokumen, dan peringkat usaha indikatif tanpa harus ke lembaga keuangan terlebih dahulu.
- Rencana Perbaikan: Mengidentifikasi kekurangan data dan faktor yang menurunkan peringkat usaha, serta memberikan langkah perbaikan sebelum pengajuan pinjaman.
- Kepercayaan Lembaga Keuangan: Profil usaha yang terverifikasi oleh CBI akan mempercepat proses KYC (Know Your Customer), KYB (Know Your Business), dan verifikasi dokumen, sehingga peluang persetujuan pinjaman meningkat signifikan.
Dukungan Pemerintah
Asisten Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil Kementerian UMKM, Rhenaldy Purnomo, menekankan pentingnya penguatan profil usaha.
“UMKM Indonesia menghadapi tantangan besar dalam akses pembiayaan. Kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pemilik usaha membangun kesiapan finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” tuturnya.
Target
Peluncuran Andalan UMKM merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara CBI dan Kementerian UMKM sejak penandatanganan kemitraan pada Juni 2025.
Dalam 12 bulan ke depan, CBI menargetkan ratusan ribu pengusaha UMKM memanfaatkan platform ini untuk meningkatkan kesiapan usaha mereka sebelum mengakses pembiayaan formal.
Baca juga: Menaker Imbau Perusahaan Swasta Berlakukan Work From Home Sehari dalam Sepekan
Dengan hadirnya Andalan UMKM, diharapkan kesenjangan akses kredit yang selama ini menjadi hambatan utama bagi UMKM dapat berangsur teratasi, sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. []
