REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Mad Madmen, kelompok musik asal Jakarta yang menyebut diri mereka sebagai Controlled-Chaos Power Trio, kembali merilis karya terbaru berjudul TAMAK.
Single ini menjadi langkah lanjutan setelah peluncuran Chiang Mai (CNX) dan sekaligus bagian dari perjalanan menuju album penuh kedua mereka. Kehadiran TAMAK semakin mempertegas arah musikalitas baru yang tengah dibangun oleh band ini.
Jika Chiang Mai (CNX) merupakan debut penulisan lagu dari sang drummer, Andika Rahimy, maka TAMAK menghadirkan sentuhan berbeda dengan Marvin Muhammad, basis sekaligus vokalis, sebagai penulis utama.
Mad Madmen menegaskan bahwa album kedua mereka akan tetap berlandaskan cetak biru musikalitas yang terbagi ke dalam tiga persona, yaitu Kalam mewakili Chaos (kekacauan), Marvin mewakili Structured (keteraturan), dan Andika hadir sebagai jembatan melalui Structured-Chaos (keteraturan yang kacau). Meski demikian, pembagian ini bukanlah batasan kaku, melainkan ruang eksplorasi yang cair bagi setiap personel.
“Kategori persona yang kami rumuskan bukanlah sesuatu yang eksklusif, melainkan satu keutuhan yang dibagi tiga,” tutur Marvin, dikutip Reallist Media pada Jumat, 13 Agustus 2026.
“Hanya karena secara persona dan gaya bermusik saya struktural, bukan berarti saya tidak diizinkan atau tidak bisa menulis lagu yang lebih chaotic,” tuturnya.
Sementara itu, Kalam menambahkan bahwa proses kreatif mereka sering kali melibatkan eksperimen saling meniru gaya satu sama lain.
“Bukan sesuatu yang jarang bagi kami untuk berusaha menciptakan lagu dengan menggunakan satu sama lain sebagai referensi,” katanya.
“Yang menarik adalah, gaya chaos-nya Marvin akan sangat berbeda dengan gaya chaos saya, begitupun sebaliknya. Namun, output akhirnya akan tetap terdengar seperti Mad Madmen,” tutur Kalam.
Keunikan TAMAK juga terletak pada proses produksinya yang penuh tantangan. Salah satu keputusan krusial adalah perubahan bahasa lirik secara mendadak. Andika mengungkapkan bahwa keputusan untuk mengubah syair dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sebenarnya sudah ada cukup lama.
“Namun eksekusi penggantiannya baru dilakukan tepat H-3 sebelum harus take vokal,” tuturnya.
Marvin menilai, perubahan tersebut memberikan dampak signifikan pada karakter lagu.
“Entahlah secara sengaja atau tidak, namun lagu ini menjadi salah satu lagu kami yang paling politis. Lebih dari apapun, mungkin ada hal-hal tertentu yang secara alam bawah sadar mengusik dan meresahkan kami sebagai warga,” katanya.
Lewat single TAMAK, Mad Madmen membuktikan bahwa meski mereka memiliki struktur persona yang jelas, kebebasan kreatif tetap menjadi bahan bakar utama yang membuat musik mereka relevan.
Lagu ini tidak hanya menghadirkan energi chaotic, tetapi juga narasi tajam yang mencerminkan keresahan sosial.
Baca juga: Trio Pop, New Pusat Dunia (NPD) Lepas Single Lupain Aku Plis
Baca juga: Kerja Bareng Will Mara, Fatin Shidqia Lubis Rilis Single Tidur Siang
Saat ini, single TAMAK milik Mad Madmen sudah tersedia di seluruh platform pemutar musik digital. []




