Jakarta – Diskoria kembali menegaskan komitmennya terhadap rilisan fisik dengan menghadirkan album debut mereka, INTONESIA, dalam format kaset edisi sampul selongsong.
Langkah ini memperkuat identitas Diskoria sebagai duo yang tidak hanya menghadirkan musik pop kreatif dan disko dalam format digital, tetapi juga konsisten menjaga tradisi analog yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Sejak awal berdiri, Diskoria dikenal sebagai pegiat rilisan fisik. Jauh sebelum album debut lahir, mereka telah merilis karya dalam bentuk kompilasi mixtape hingga piringan hitam berisi remix dari single-single terdahulu.
Tradisi ini berlanjut dalam penggarapan album INTONESIA, di mana Diskoria bersama label Suara Disko berkomitmen menghadirkan karya bukan hanya dalam bentuk audio digital, tetapi juga visual dan fisik.
Setelah tahun lalu merilis piringan hitam dengan dua pilihan warna, kini Diskoria bekerja sama dengan Orange Cliff Records untuk mendistribusikan kaset edisi terbaru. Kaset INTONESIA edisi sampul selongsong ini mulai tersedia pada 8 Mei 2026 di berbagai toko musik di Pulau Jawa serta satu toko di Brunei Darussalam.
Perilisan ini masih menyertakan turunan ilustrasi karya seniman Kendra Ahimsa, yang sebelumnya juga terlibat dalam desain visual album.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Merdi dan Daiva dari Diskoria menegaskan bahwa rilisan fisik adalah bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.
“Jauh sebelum adanya Diskoria, kami memang merupakan pegiat dan kolektor rilisan fisik, dan tidak bisa dipungkiri, koleksi dan kegemaran kami mempunyai peran penting dalam perjalanan Diskoria,” kata mereka berdua, dikutip Reallist Media pada Rabu, 13 Mei 2026.
“Oleh karena itu, sampai pada titik bisa merilis karya sendiri, rilisan fisik menjadi suatu kepuasan dan keharusan untuk kami,” ucap mereka.
Album INTONESIA sendiri dirilis pada 11 April 2025 dan berisi 11 trek berbahasa Indonesia. Album ini melibatkan sejumlah co-producer dan kolaborator, memperkaya nuansa musik pop kreatif dan disko yang menjadi ciri khas Diskoria.
Selain tersedia dalam format fisik, INTONESIA juga dapat didengarkan di seluruh layanan musik digital, menjangkau audiens yang lebih luas.
Perilisan kaset ini bukan sekadar nostalgia, melainkan strategi untuk memperkuat hubungan dengan komunitas musik yang masih menghargai format analog.
Diskoria melihat rilisan fisik sebagai medium yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pendengar, baik dari sisi kualitas audio maupun nilai koleksi.
Dengan langkah ini, Diskoria menegaskan bahwa musik mereka tidak hanya hidup di dunia digital, tetapi juga memiliki ruang eksklusif dalam bentuk fisik yang dapat dirasakan secara nyata.
Kehadiran kaset INTONESIA edisi sampul selongsong menambah daftar panjang inovasi Diskoria dalam menjaga relevansi rilisan fisik di era digital.
Baca juga: 52 Rilisan Eksklusif Hadir di Record Store Day Indonesia 2026
Baca juga: Rayakan Hari Buruh, The Regards Rilis Single Euforia
Kolaborasi dengan Orange Cliff Records dan Suara Disko menunjukkan bahwa ekosistem musik independen di Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang melalui format analog. []
