Jakarta – Unit rock legendaris, Slank kembali hadir dengan gebrakan baru lewat album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa. Momentum peluncuran sengaja dipilih bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebuah simbol yang sejalan dengan semangat besar yang mereka usung.
Bertempat di Markas Slank, Jl. Potlot 14, acara Album Launching Party Republik Fufufafa bareng Slank menjadi ajang perayaan sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga bumi.
Album ini berisi 10 lagu baru yang direkam selama bulan Ramadhan 2025 di Flat 5 Studio milik Ridho Hafiedz dan dilanjutkan di Parah Studio – Potlot 14. Selama dua minggu penuh, para personel Slank menjalani rutinitas puasa dengan produktivitas tinggi di studio.
Workshop musik dilakukan setiap pagi, dilanjutkan proses tracking instrumen, diselingi sholat berjamaah, dan ditutup dengan buka puasa bersama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa berkarya bisa tetap berjalan beriringan dengan spiritualitas. Rekaman di bulan Ramadhan memberi energi yang berbeda,” ucap Bimbim, dikutip Reallist Media pada Minggu, 21 Juni 2026.
Seperti album-album Slank sebelumnya, Republik Fufufafa tetap memuat empat unsur utama: cinta, alam, sosial, dan youth. Sampul album menampilkan kelima personel dengan make up badut nakal hasil karya Face Painting Jakarta, menegaskan karakter slengean yang khas.
Lagu-lagu ditulis sepanjang 2024 oleh Bimbim, sementara Kaka menyumbangkan karya sejak 2021. Variasi genre yang ditawarkan terasa segar, mulai dari rock alternatif, rock n’ roll, hingga ballad melankolis.
“Kami ingin tetap slengean, tapi juga relevan dengan zaman. Lirik sederhana, tapi maknanya kuat,” kata Kaka.
Sebelum album resmi dirilis, dua lagu ciptaan Bimbim yaitu Republik Fufufafa dan PPN 12% sudah lebih dulu diperkenalkan dan langsung menjadi trending di berbagai platform media sosial. Peluncuran album juga dibarengi dengan video musik lagu Rusak Ancur, sebuah kritik keras atas kerusakan alam.
“Lagu ini jadi cara kami menyuarakan keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin rusak akibat ulah banyak pihak,” ujar Bimbim.
Sementara itu, Kaka menulis Jangan Rakus sebagai pengingat agar manusia merasa cukup dengan apa yang dimiliki.
“Ambil yang kau perlu, makan yang kau butuh. Jangan jadi kaum mendang-mending yang selalu membandingkan diri dengan orang lain,” tuturnya.
Album ini juga menghadirkan Di Dekatmu ciptaan Kaka dan Bimbim dengan aransemen melankolis elegan, My Rinduku yang sederhana namun penuh kerinduan, serta Papa Sid yang ditulis Bimbim sebagai bentuk penghormatan atas kepergian sosok panutan Pak Sidharta.
“Rasa kehilangan itu begitu dalam, dan akhirnya saya tuangkan dalam lagu Papa Sid,” kata Bimbim.
Ada pula Bunga Rindu yang menghadirkan nuansa baru dengan kisah kelam di balik sosok gadis menawan, Buka Baju yang tetap slengean dengan lirik nakal, dan Ku Tak Mungkin sebagai penutup album dengan nuansa cinta penuh kesetiaan.
Baca juga: Lindee Cremona Rilis Single Anakmu Slalu Cinta, Lagu Tentang Cinta kepada Ayah
Baca juga: Raisa Kolaborasi Bareng Sung Si Kyung di Single Heaven Knows
Album Republik Fufufafa lebih dulu dirilis dalam format digital pada 6 Juni 2026 dan dapat didengarkan di berbagai platform streaming. Album dalam format fisik akan hadir dalam bentuk kaset, CD, dan vinyl dengan desain sampul berbeda untuk setiap format. []
