Jakarta – Setelah melewati berbagai fase personal dalam beberapa tahun terakhir, musisi Jubilee Marisa kembali dengan karya terbaru berjudul Lebih Dari Satu. Ditulis pada 2025 dan diproduseri oleh IKIW, single ini akan menjadi bagian dari album penuh yang segera hadir.
Menariknya, lagu ini menjadi karya berbahasa Indonesia kedua yang ia rilis, sekaligus menandai arah artistik yang lebih matang dan reflektif.
Berbeda dengan karya sebelumnya yang lebih reaktif dan emosional, single Lebih Dari Satu lahir dari kesadaran yang datang perlahan: bahwa dalam hubungan tertentu, kita tidak pernah benar-benar menjadi satu-satunya.
Jubilee menuturkan bahwa lagu ini berangkat dari pengalaman berada di ruang ambigu—kedekatan terasa nyata, namun komitmen tidak pernah benar-benar hadir. Alih-alih menulis dengan nada menyalahkan, Jubilee memilih jarak emosional yang lebih jernih. Yang tersisa bukan lagi kemarahan, melainkan penerimaan yang sunyi.
“Di fase ini, aku nggak lagi tertarik membesar-besarkan luka,” ujar Jubilee Marisa, dikutip Reallist Media pada Selasa, 10 Maret 2026.
“Yang menarik justru momen ketika semuanya sudah terasa jelas, dan kita memilih pergi tanpa perlu drama. Ada ketenangan di situ,” tuturnya.

Lirik Subtil, Produksi Minimalis
Melalui lirik seperti “ku pikir ku satu, ternyata salah satu”, Jubilee menangkap rasa kehilangan yang lebih subtil—tentang ekspektasi yang runtuh tanpa ledakan, tentang perasaan yang perlahan kehilangan tempatnya.
Produksi minimal dari IKIW memperkuat atmosfer tersebut: ruang yang luas, intim, dan membiarkan emosi hadir tanpa dipaksa.
Pendekatan ini membuat lagu Lebih Dari Satu terasa lebih dewasa. Jika karya-karya Jubilee sebelumnya banyak diwarnai reaksi spontan terhadap luka, kali ini ia menulis dari jarak setelah luka itu mereda.
Lagu ini menjadi potret fase baru, yakni kehilangan tidak lagi tragis, melainkan bagian dari proses memahami diri dan batas yang kita miliki.
Suasana Baru dalam Semesta Jubilee Marisa
Sebagai bagian dari album mendatang, single Lebih Dari Satu memperlihatkan bagaimana Jubilee Marisa semakin leluasa menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan cerita personal yang dekat dengan pengalaman generasi saat ini.
Relasi yang tidak pasti, keterikatan yang setengah, dan keberanian untuk memilih diri sendiri ketika kejelasan tak pernah datang menjadi tema yang relevan bagi banyak pendengar muda.
Dengan karya ini, Jubilee Marisa tidak menawarkan drama patah hati. Ia menawarkan sesuatu yang lebih tenang—kejernihan. Tentang menyadari posisi kita dalam cerita orang lain, dan tentang memilih keluar sebelum kehilangan diri sendiri.
Makna dan Relevansi
Single Lebih Dari Satu bukan sekadar lagu tentang kehilangan, melainkan refleksi tentang relasi yang ambigu. Jubilee Marisa mengajak pendengar untuk melihat bahwa tidak semua perpisahan harus diiringi drama.
Ada ketenangan dalam menerima kenyataan, ada keberanian dalam memilih diri sendiri, dan ada kejujuran dalam mengakui bahwa kita bukan satu-satunya.
Dengan nuansa minimalis dan lirik yang jernih, lagu ini diprediksi akan menjadi salah satu karya Jubilee Marisa yang paling relevan dengan dinamika hubungan generasi muda saat ini.
Baca juga: Shenyliega Rilis Debut Single Bertajuk Melangkah
Baca juga: Nanda Prima Rilis Single Memori Satu Atap Karya Cipta Roby Geisha
Saat ini, single Lebih Dari Satu milik Jubilee Marisa sudah bisa didengarkan di berbagai peron pemutar musik daring. []

