Jakarta – Unit cadas, Avenged Sevenfold akan menggelar konser besar di Jakarta pada 10 Oktober 2026 di Jakarta International Stadium (JIS). Namun, rencana ini diwarnai kontroversi karena sebagian warganet Indonesia menyebut band asal Amerika Serikat tersebut sebagai “band zionis”.
Latar belakang penyebutan Avenged Sevenfold sebagai band pendukung zionis bermula sewaktu vokalis M. Shadows mengunggah video menyambut kembalinya dua penggemar Israel dari penyanderaan Hamas.
Video yang dirilis pada Oktober 2025 tersebut awalnya dimaksudkan sebagai bentuk empati kemanusiaan. M. Shadows menyampaikan rasa syukur atas kebebasan dua penggemar yang sempat ditahan selama dua tahun sejak serangan di Nova Music Festival pada 7 Oktober 2023.
Namun, di tengah sensitivitas isu Palestina-Israel, unggahan itu ditafsirkan berbeda oleh sebagian penggemar, terutama di Asia Tenggara. Banyak yang menilai video itu sebagai bentuk dukungan terhadap Israel, sehingga label “band zionis” pun melekat pada Avenged Sevenfold.
Pihak band berjudul Ax7 itu sendiri menegaskan bahwa pesan tersebut bukanlah pernyataan politik, melainkan ungkapan kemanusiaan. Mereka menolak dikaitkan dengan agenda politik dan menekankan bahwa musik mereka tetap menjadi fokus utama.
Dalam wawancaranya di majalah musik Rolling Stone, M. Shadows mengatakan bahwa dia tidak terlalu peduli akan respons masyarakat terhadap video unggahannya. Ia bahkan berujar bahwa apa yang ia lakukan adalah hal benar.
“Ini bukan sesuatu yang akan saya khawatirkan; saya tahu bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Saya pikir kita harus berpegang pada kompas moral kita, tetapi saya jelas mendengar pandangan dari kedua sisi,” ucap Shadows, dikutip Reallist Media pada Senin, 6 April 2026.
“Bagi saya, video itu hanyalah seorang manusia yang melakukan sesuatu untuk manusia lainnya. Itu bukanlah sebuah sikap politik. Itu bukan untuk menyakiti pihak tertentu. Itu benar-benar tentang dua manusia yang telah melalui penderitaan luar biasa. Dan jika kita tidak bisa sepakat tentang hal itu, maka akan sangat sulit untuk sepakat tentang hal apa pun.” kata dia lagi.

Di Indonesia, respons warganet terbagi dua. Sebagian besar penggemar setia tetap antusias menyambut konser Avenged Sevenfold di Jakarta. Mereka menilai bahwa band ini tidak pernah secara resmi menyatakan dukungan politik terhadap Israel atau zionisme, sehingga kontroversi tersebut tidak seharusnya menghalangi konser.
Bagi mereka, kesempatan menyaksikan Avenged Sevenfold tampil langsung di Jakarta adalah momen bersejarah yang sudah lama ditunggu. Namun, di sisi lain, ada kelompok warganet yang menyerukan boikot konser.
Mereka menilai unggahan M. Shadows sebagai bentuk keberpihakan terhadap Israel dan menganggap kehadiran Avenged Sevenfold di Indonesia tidak pantas di tengah solidaritas masyarakat terhadap Palestina.
Diskusi di media sosial pun memanas, dengan tagar bernuansa boikot muncul di Twitter dan Instagram, sementara komunitas penggemar berusaha menggalang dukungan agar konser tetap berjalan sukses.
Kontroversi ini menunjukkan bagaimana isu politik global dapat memengaruhi penerimaan band internasional di pasar musik Indonesia. Avenged Sevenfold, yang selama ini dikenal sebagai band dengan basis penggemar besar di Asia, kini harus menghadapi tantangan citra di negara dengan dukungan kuat terhadap Palestina.
Avenged Sevenfold juga tidak menanggapi lebih jauh kontroversi yang berkembang di Indonesia. Mereka tetap fokus pada persiapan tur Asia 2026, termasuk konser di Malaysia dan Jakarta. Bagi band, musik adalah medium untuk menyatukan orang, bukan memecah belah.
Namun, persepsi publik tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi reputasi mereka. Label “band zionis” muncul lebih karena interpretasi publik atas video M. Shadows, bukan karena pernyataan resmi band.
Avenged Sevenfold akhirnya resmi memastikan akan kembali ke Indonesia dengan menggelar konser akbar di Jakarta pada 10 Oktober 2026 mendatang. Konser ini akan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), salah satu venue terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung enam puluh ribu penonton.
Kabar ini disampaikan langsung oleh promotor Ravel Entertainment dan diperkuat oleh unggahan akun X resmi Avenged Sevenfold yang menyapa penggemar Indonesia dengan kalimat penuh antusiasme.
Dalam cuitannya di platform X, grup band asal California itu merilis beberapa negara di Asia yang bakal mereka sambangi dalam waktu dekat, termasuk Indonesia.
Sementara berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, Ravel Junardy selaku CEO Ravel Entertainment mengatakan bahwa konser ini bukan sekadar bagian dari tur biasa, melainkan sebuah perayaan besar yang dirancang khusus untuk penggemar Avenged Sevenfold di Indonesia.
Baca juga: Daftar Harga Tiket Konser Avenged Sevenfold di JIS
Baca juga: Ravel Entertainment Umumkan Rencana Konser Avenged Sevenfold di Stadion JIS Jakarta
Penjualan tiket akan dimulai pada 6 April 2026 untuk pre-sale khusus penggemar Deathbat, dan dilanjutkan dengan penjualan umum pada 8 April 2026. []

