Jakarta – Penyanyi solo, Marcell Siahaan kembali menghadirkan karya reliji terbaru berjudul Menuju Cahaya. Single ini menjadi karya reliji kedua setelah Tawakal yang dirilis pada 2024, dan sekali lagi seluruh lirik, komposisi, serta aransemen yang ia tulis sendiri.
Melalui label rekaman dan penerbit musik miliknya, Ruang Menyusui Records dan MKH Publishing, Marcell bertindak sebagai pengarah musik utama sekaligus produser.
Proses rekaman vokal dilakukan di studio Ruang Menyusui oleh Yusuf Effendi Hadiyanto, dengan dukungan sejumlah musisi berpengalaman seperti Gatot Alindo pada gitar, Ivan Alidiyan pada keyboard dan synthesizer, Stefanus Adi Wibowo sebagai pengarah vokal, serta Lawrence “Random” Widarto sebagai mixing dan mastering engineer.
Menariknya, sang istri Rima Melati Adams turut menyumbangkan suara dengan membacakan penggalan lirik puitis berbahasa Inggris.
“Jelas, cuman Rima yang paling fasih dan paling bagus pelafalan bahasa Inggris-nya di rumah ini,” ujar Marcell, dikutip Reallist Media pada Rabu, 4 Maret 2026.

Lagu Menuju Cahaya berbicara tentang perjalanan batin manusia, saat seseorang berhenti menempatkan dirinya sebagai pusat dan mulai melangkah menuju sesuatu yang lebih besar. Bukan tentang pencapaian, melainkan pelepasan; bukan tentang menjadi benar, melainkan belajar untuk tunduk dan jujur pada diri sendiri.
Inspirasi utamanya berangkat dari konsep Tazkiyatun Nafs atau pemurnian jiwa, yang selaras dengan pesan Al-Qur’an dalam Surat Asy-Syams ayat 9–10 dan Surat Al-A’la ayat 14.
Pemaknaan “Cahaya” dalam lagu ini tidak dimaknai sebagai simbol kesuksesan personal, melainkan tujuan yang didekati, terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35. Liriknya menekankan perjalanan tanpa nama, tanpa beban untuk dipuja, dan penuh kejujuran.
Secara musikal, Menuju Cahaya disusun dengan pendekatan minimalis dan repetitif. Pengulangan lirik berfungsi seperti doa yang diucapkan perlahan, menggambarkan bahwa pemurnian diri adalah proses berkelanjutan, bukan peristiwa instan.
Marcell menegaskan bahwa lagu ini bukanlah dakwah atau pernyataan religius demonstratif, melainkan ruang perenungan tentang manusia yang menyadari keterbatasannya dan tetap memilih berjalan perlahan menuju cahaya.
Ada yang berbeda dari karya reliji kali ini, yakni balutan aransemen elektronik yang kental.
“Saya sengaja melahirkan lagu ini dengan aransemen yang sedikit berbeda, tentunya tanpa kehilangan ruh-nya,” ucapnya.
“Harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam. Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun,” tutur Marcell.
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Ady Eks NAFF Lepas SIngle Berbisik Lirih
Baca juga: Unit Instrumental, Basajan Lepas Single Nadoman di Momen Ramadan 2026
Saat ini, single Menuju Cahaya milik Marcell Siahaan Sudah bisa didengarkan di berbagai peron pemutar musik daring. []

