Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi atas inisiatif Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam memperkuat daya tarik pariwisata berbasis budaya melalui rangkaian kegiatan Kalangan Widya Mahardika V.
Acara ini berlangsung di Kampus ISI Bali pada Rabu, 25 Maret 2026 dan menjadi bagian dari Sadhamasa Widya Mahardika atau Bulan Pendidikan.
Seni dan Budaya sebagai Pilar Pariwisata Bali
Dalam sambutannya, Menpar Widiyanti menegaskan bahwa seni, desain, dan budaya memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem pariwisata Bali.
“Acara Kalangan Widya Mahardika V dan Pameran Tunggal Profesor Wayan Kun Adnyana merupakan kegiatan yang berkontribusi dalam memperkuat daya tarik pariwisata Bali sebagai destinasi berbasis budaya berkelas dunia. Ini merupakan inisiatif yang patut diapresiasi,” ujar Widiyanti, dikutip Reallist Media pada Minggu, 29 Maret 2026.
Menpar juga menyinggung hasil Indonesia Tourism Outlook 2025–2026 yang disusun bersama Bank Indonesia dan Kementerian PPN/Bappenas.
Laporan tersebut menyoroti enam tren utama pariwisata, salah satunya adalah cultural immersion, di mana wisatawan mancanegara semakin menempatkan interaksi sosial dan pembelajaran lintas budaya sebagai bagian penting dari pengalaman perjalanan.
Pagelaran Seni Kolosal dan Pameran Retrospektif
Kalangan Widya Mahardika V menghadirkan berbagai kegiatan seni, termasuk pagelaran kolosal intermedium bertema Kirtya–Jnana–Kawya.
Pertunjukan ini merupakan karya kolaboratif mahasiswa dan dosen ISI Bali yang memadukan seni tari, pertunjukan cahaya, unsur elektrik, animasi, serta iringan gamelan dan musik orkestra.
Selain itu, terdapat pameran Pharama Paraga, yakni pameran tunggal retrospektif yang menampilkan perjalanan 20 tahun seni lukis kontemporer Prof. Dr. Wayan Kun Adnyana. Pameran ini menampilkan 88 karya yang merekam evolusi artistik, mulai dari figur metaforis biografis hingga eksplorasi bentuk abstrak baru.
Karya-karya tersebut dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya, dan akan berlangsung hingga Mei 2026.
Kolaborasi Pendidikan untuk SDM Pariwisata
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali dalam rangka penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menpar berharap kolaborasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia.
“Pariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,” tuturnya.
Filosofi Kalangan Widya Mahardika
Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, menjelaskan bahwa “Kalangan” dimaknai sebagai ruang aktualisasi, sementara “Mahardika” berarti kemerdekaan yang dicapai melalui proses pendakian yang sungguh-sungguh.
“Dengan niat tulus, kami persembahkan kesungguhan ISI Bali untuk Indonesia,” ucapnya.
Baca juga: Sambut Masa Liburan Idul Fitri 2026, Kemenpar Hadirkan Paket Wisata Khusus
Turut mendampingi Menpar dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto. []

