Mitty Zasia Rilis Single Jujur Saja Arahnya Kemana

Mitty Zasia Rilis Single Jujur Saja Arahnya Kemana

Jakarta – Penyanyi solo, Mitty Zasia resmi merilis single terbaru berjudul Jujur Saja Arahnya Kemana. Lewat lagu ini, ia menghadirkan karya yang lahir dari sesuatu yang sederhana namun jarang diungkapkan secara terbuka, yakni kebingungan.

Single ini menjadi pembuka bagi album ketiganya, sekaligus pintu masuk menuju lanskap emosional yang lebih reflektif.

Lagu yang Tidak Menawarkan Jawaban

Berbeda dari karya lain yang sering membawa pesan besar, single Jujur Saja Arahnya Kemana hadir sebagai ruang untuk mengakui bahwa tidak semua hal dalam hidup berjalan dengan arah yang jelas.

Judulnya sendiri sudah menunjukkan sikap Mitty yang lugas, tanpa metafora, dan tanpa upaya memperhalus pertanyaan. Lagu ini lahir dari proses kreatif yang minim perencanaan, mengikuti apa yang ia rasakan saat itu.

Dari Rencana Ringan ke Pertanyaan Mendalam

Sebelum lagu ini tercipta, Mitty sempat berencana membuat karya yang lebih ringan setelah fase penuh keresahan di rilisan sebelumnya. Namun, proses kreatif justru membawanya kembali pada pertanyaan-pertanyaan yang belum selesai.

Single Jujur Saja Arahnya Kemana muncul bukan sebagai keputusan, melainkan konsekuensi dari kejujuran.

Lirik Lugas dan Personal

Secara lirik, lagu ini berkembang seperti alur pikiran tanpa jeda. Dimulai dari pertanyaan mendasar tentang hidup yang singkat namun penuh keraguan, hingga tujuan yang belum tentu ada. Mitty memilih bahasa langsung dan personal, seolah berbicara dengan dirinya sendiri.

Pengulangan frasa “jujur saja” menjadi elemen penting, berfungsi sebagai sikap untuk menanggalkan jawaban yang dibuat-buat dan menggantinya dengan pengakuan yang lebih jujur, meski tidak selalu nyaman.

Refleksi Kehidupan Digital

Lagu ini juga menyentuh fenomena lebih luas, seperti kejenuhan terhadap kutipan motivasi dan kegelisahan melihat kehidupan orang lain di ruang digital yang sering ditampilkan sepihak.

Alih-alih mengkritik frontal, Mitty menyampaikannya sebagai refleksi dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Bagian pre-chorus mempertegas kontras antara citra dan realita, memperlihatkan jarak yang jarang diucapkan secara terbuka.

Chorus: Puncak Emosi

Puncak emosi hadir di bagian chorus dengan pengulangan konsisten yang merangkum inti keresahan, yaitu kesadaran bahwa semua orang berusaha, namun perasaan tersesat tetap ada. Diksi lugas bahkan cenderung kasar, tetapi justru di situlah letak kejujurannya.

Lagu ini juga menyisakan ruang reflektif dengan pengakuan bahwa ini adalah “kehidupan pertama”, menegaskan bahwa kesalahan dan kebingungan adalah bagian dari proses manusiawi.

Warna Monokrom dan Lanskap Baru

Secara musikal, Mitty menghadirkan nuansa monokrom yang lebih dalam dan tertahan. Alih-alih mengejar klimaks eksplosif, lagu ini membangun intensitas secara gradual, memberi ruang bagi pendengar untuk masuk ke lapisan emosi subtil.

Elemen musikal berfungsi sebagai pendamping, menciptakan kesan intim dan kontemplatif.

Transformasi ini menandai pergeseran dari nuansa terang dan enerjik di rilisan sebelumnya menuju eksplorasi baru yang lebih reflektif.

Mitty Zasia memperlihatkan bahwa ia tidak terburu-buru memberikan kepastian, melainkan memilih menangkap proses apa adanya, relevan dengan banyak orang yang juga merasakan kebingungan serupa.

Baca juga: Etenia Croft Hadirkan Single Personal Berjudul Sahabat Terbaik

Baca juga: Dominique Adhadiaz Hadirkan Nuansa Retro R&B di Single fokusku kedelay

Saat ini, single Jujur Saja Arahnya Kemana milik Mitty Zasia sudah tersedia di berbagai peron pemutar musik daring. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *