REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Penyanyi pendatang baru Tomiyang resmi memperkenalkan karya perdananya kepada publik lewat single bertajuk Kasih (IBU) Tak Sampai.
Lagu bergenre pop ballad ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang menghadapi kehilangan sosok ibu, dan ditulis sebagai bentuk penyembuhan diri atas rasa rindu yang tak kunjung reda.
Dalam pernyataannya, Tomiyang mengungkapkan bahwa karya ini ia dedikasikan untuk mengobati rasa luka dan rindu yang tidak kunjung sembuh setelah ditinggal ibu.
“Jadi karya ini buat obat diri saya sendiri,” ucap Tomiyang, dikutip Reallist Media pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menambahkan bahwa menjelang perilisan, dirinya dilanda perasaan campur aduk antara gugup dan banyak berpikir, mengingat single ini menjadi perkenalan pertamanya kepada penikmat musik Tanah Air sekaligus wadah bagi kisah paling personal dalam hidupnya.
Inspirasi utama lagu ini datang dari momen sederhana namun sarat emosi, yakni perjalanan pulang seorang diri setelah berziarah ke makam sang ibu.
“Setiap kali pulang ke rumah setelah ditinggal ibu, ada perasaan yang sulit dijelaskan kecuali oleh orang-orang yang sudah kehilangan orang terkasih. Di mobil, menyetir sendiri sepulang dari kuburan mama jadi gambaran lagu ini seperti itu,” tuturnya.
Tema hubungan ibu dan anak dipilih karena rasa kehilangan yang menjadi inti cerita hanya benar-benar bisa dipahami oleh mereka yang pernah mengalami kehilangan besar dalam hidup.
Judul Kasih (IBU) Tak Sampai merujuk pada pengharapan seandainya sang ibu masih ada untuk menyaksikan mimpi-mimpi anaknya menjadi kenyataan. Pesan terdalam yang ingin disampaikan Tomiyang sederhana namun mengena, yakni menghargai waktu bersama orang terkasih selagi kesempatan itu masih ada.
Proses penulisan lirik lahir dari kenangan-kenangan sederhana, yaitu senyum ibu, aroma masakannya, hingga baju baru pemberiannya. Hal-hal yang dulu terasa biasa saja, kini menjelma sangat berarti setelah sang ibu tiada.
Pendekatan metafora yang kental dalam lirik-liriknya mencerminkan karakter pribadi Tomiyang yang tidak terbiasa mengucapkan perasaan secara gamblang, namun mampu memahami makna di balik perhatian-perhatian kecil.
Butuh waktu lebih dari 10 bulan baginya untuk menuntaskan penulisan hingga menemukan rasa yang pas. Tantangan terbesar, diakuinya, adalah memasukkan jiwa dan rasa kehilangan secara utuh ke dalam karya.
Dari sisi musikalitas, aransemen digarap dengan mengedepankan harmoni agar perasaan dan kehilangan tetap menyatu secara indah antara musik dan vokal.
“Setiap sesi rekaman vokal, saya selalu menangis dan suara saya bergetar, tenggorokan sakit menahan air mata yang terus ingin keluar,” katanya.
Momen tersebut justru menjadi sesi rekaman paling berkesan, karena di titik itulah ia menemukan keseimbangan nada dan musik yang paling mewakili perasaannya.
Sebagai pendatang baru di industri musik Indonesia, Tomiyang ingin memperkenalkan nilai keseimbangan dan kesederhanaan lewat karya-karyanya, dengan keyakinan bahwa hal-hal paling sederhana justru bisa terasa sangat berharga ketika telah hilang.
Genre pop ballad dipilih karena selaras dengan jiwa bermusiknya, dengan kejujuran dan kesetiaan sebagai nilai yang ingin terus ia bawa dalam setiap karya mendatang.
Sebelum dikenal sebagai penyanyi, Tomiyang telah lebih dulu dikenal sebagai pendiri Pink Print Team (PPT), komunitas tari yang berkembang menjadi wadah bagi banyak musisi berlatar belakang dancer, dan telah ia bina selama 10 tahun.
Terjun ke dunia tarik suara diakuinya sebagai panggilan jiwa, sebuah keinginan terdalam yang sudah lama dipendam dan baru kini bisa direalisasikan.
Tomiyang berharap lagu Kasih (IBU) Tak Sampai dapat menjadi teman bagi siapa pun yang tengah mencari obat dari rasa kehilangan, sekaligus pengingat bagi setiap anak untuk lebih menyayangi dan menghargai waktu bersama ibunya selagi kesempatan itu masih ada.
“Pelukan untuk ibu, dan suapan makan dari tangan ibu,” ucapnya.
Baca juga: Bunga Citra Lestari Ungkap Alasan Menggandeng Josh Flo di Single Terpesona
Baca juga: Penyanyi Rap, Raben Comeback Lewat Single Lu lu gua gua
Saat ini, single Kasih (IBU) Tak Sampai milik Tomiyang sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []




