Ribuan Fans Kpop Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan PLTU Batu Bara

Ribuan Fans Kpop Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan PLTU Batu Bara

Jakarta – Ribuan penggemar K-pop di Indonesia menandatangani petisi yang menyerukan agar Hana Bank segera menghentikan pembiayaan proyek terintegrasi PLTU batu bara baru lewat sebuah petisi.

Berbicara dalam keterangan tertulisnya, juru kampanye Kpop4Planet di Indonesia, Nurul Sarifah mengatakan bahwa dampak proyek nikel di Pulau Obi sudah terbukti merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sosok yang merupakan pemimpin kampanye Hana Bring K-pop Not Coal itu menilai, respons Hana Bank terhadap surat terbuka sebelumnya dinilai terlalu samar dan tidak menunjukkan tindak lanjut yang jelas.

“Jawaban Hana Bank yang kian naif menunjukkan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh ingin mencari solusi dan menunjukkan aksi nyata,” ucap Nurul Sarifah, dikutip Reallist Media pada Jumat, 24 April 2026.

Petisi ini merupakan bagian dari kampanye “Hana, Bring K-pop Not Coal”, yang digaungkan melalui acara talkshow “No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop untuk Penghentian Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil”.

Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian PE5TA WARGI K-POP di Jakarta, pada 18 April 2026, sekaligus menandai lima tahun kiprah Kpop4Planet dalam menggerakkan aksi iklim global.

Hana Bank sebelumnya diketahui mendanai proyek nikel oleh Grup Harita di Pulau Obi sebesar US$ 84 juta pada 2022. Proyek tersebut ditenagai PLTU batu bara baru berkapasitas 1,6 gigawatt (GW) dengan rencana ekspansi hingga lebih dari 4 GW.

Padahal, pada 2021, Hana Financial Group telah menyatakan komitmen untuk berhenti membiayai proyek terkait batu bara di dalam dan luar negeri.

Dampak lingkungan dari proyek ini semakin nyata. Binbin Mariana, Senior Asia Energy Finance Campaigner Market Forces, menegaskan bahwa pendanaan Hana Bank turut berkontribusi pada peningkatan emisi karbon.

“Emisi karbon Harita hampir meningkat tiga kali lipat, dari 3,74 megaton pada 2022 menjadi 10,87 megaton pada 2024. Jumlah ini setara dengan hampir 1% total emisi Indonesia dan mengemudikan 2,5 juta mobil berbahan bakar fosil selama 1 tahun,” kata Nurul.

Pada Februari lalu, Kpop4Planet bersama 12 basis penggemar K-pop di Indonesia telah mengirimkan surat terbuka ke Hana Bank di Seoul. Namun, jawaban yang diberikan hanya berupa rencana penguatan manajemen risiko terkait batu bara, tanpa komitmen jelas untuk keluar dari pendanaan tersebut.

Hal ini memicu kekecewaan banyak penggemar yang selama ini mendukung Hana Bank melalui kolaborasinya dengan idol K-pop seperti G-Dragon (Bigbang) dan An Yujin (IVE).

Komunitas penggemar K-pop di Indonesia memang semakin aktif dalam berbagai inisiatif sosial dan lingkungan. Basis penggemar Day6 dan eaJ (My Day and Jars Social Project) misalnya, kerap melakukan penggalangan dana, donasi untuk korban bencana, hingga aksi komunitas berbasis lingkungan.

Menurut Nunik, salah satu pengurus fanbase, pendanaan Hana Bank di proyek nikel berbasis batu bara telah mengecewakan banyak penggemar.

“Hana Bank harus membuktikan komitmen iklim mereka dan berhenti menggunakan idola K-pop sebagai alat untuk menyembunyikan tindakan greenwashing,” ujar Nunik.

Sejak dimulai pada 9 April 2026, petisi “Hana Bring K-pop Not Coal” telah mengumpulkan lebih dari 1.000 tanda tangan penggemar K-pop.

Baca juga: Aktivis Iklim Kpop, Kpop4Planet Masuk Daftar National Geographic 33

Baca juga: Menaker Imbau Perusahaan Swasta Berlakukan Work From Home Sehari dalam Sepekan

Tekanan publik ini diharapkan mampu mendorong Hana Bank untuk segera menghentikan pendanaan ke perusahaan yang masih bergantung pada PLTU batu bara baru, sekaligus membuktikan komitmen mereka terhadap transisi energi bersih. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *