Soal Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tidak Peduli

Soal Nasib Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Donald Trump: Saya Tidak Peduli

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Iran, bahkan ketika negara tersebut akan tampil di ajang bergengsi Piala Dunia 2026.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh New York Times, Trump mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak peduli dengan isu mengenai Tim Nasional Iran yang dijadwalkan bermain di Piala Dunia 2026/

“Saya benar-benar tidak peduli jika Iran berpartisipasi di Piala Dunia 2026,” ucap Trump, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 7 Maret 2026.

“Saya pikir Iran adalah negara yang kalah telak dalam konflik. Mereka sudah kehabisan tenaga,” tuturnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan sekutunya, terutama Israel, dengan Iran di kawasan Teluk.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memiliki akar panjang sejak Revolusi Iran 1979, ketika hubungan diplomatik kedua negara memburuk setelah penggulingan Shah yang didukung Washington. Sejak itu, ketegangan semakin meningkat dengan isu nuklir, sanksi ekonomi, dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah.

Amerika Serikat bersama Israel menilai Iran sebagai ancaman strategis, sementara Iran menuduh Washington melakukan intervensi politik dan militer di kawasan. Situasi ini semakin memanas dalam beberapa tahun terakhir, dengan serangan siber, operasi militer tidak langsung, dan retorika politik yang keras dari kedua belah pihak.

Dalam konteks olahraga, ketegangan politik ini kini merembet ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iran yang tergabung di Grup G dijadwalkan memainkan tiga pertandingan di tanah Amerika.

Dua laga melawan Selandia Baru dan Belgia akan berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, pada 16 Juni dan 22 Juni. Sementara pertandingan terakhir melawan Mesir dijadwalkan di Stadion Lumen Field, Seattle, pada 27 Juni.

Kehadiran Timnas Iran di Amerika Serikat jelas menjadi sorotan, mengingat hubungan diplomatik kedua negara yang sangat rapuh.

Sejauh ini, Federasi Sepak Bola Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi politik yang berpotensi memengaruhi partisipasi mereka. FIFA pun masih bungkam, meski banyak pengamat menilai eskalasi konflik bisa menimbulkan dampak besar terhadap kelancaran turnamen.

Baca juga: Pembalap MotoGP, Marc Márquez Masuk Nominasi Laureus World Sports Awards 2026

Baca juga: Konflik Timur Tengah Membara, DPR Desak Evakuasi dan Perlindungan Jemaah Umrah

Ketidakpastian ini menimbulkan pertanyaan apakah olahraga benar-benar bisa dipisahkan dari politik, terutama ketika negara penyelenggara dan peserta memiliki sejarah panjang permusuhan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *