Jakarta – Grup musik instrumental asal Jakarta, Mathology, resmi menyelesaikan rangkaian tur mereka di Jepang pada April 2026. Tur ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan karier band yang dikenal dengan ritme kompleks dan komposisi dinamis tersebut.
Bagi Mathology, tur ini bukan sekadar ajang tampil, melainkan proses pembelajaran dan pendewasaan yang membentuk arah baru dalam eksplorasi musikal mereka.
Selama tur, Mathology tampil di sejumlah venue ternama seperti Hatsudai Wall, Moonstep, Manda-la2 (Music Bridge Tokyo Festival), Hokage, dan Namba Mele.
Setiap panggung menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari teknis, dinamika, hingga interaksi dengan audiens yang memiliki kultur mendengarkan unik.
“Bermain di venue-venue seperti Moonstep, Hatsudai Wall, Hokage, dan Namba Mele membuka perspektif baru tentang sound, dinamika, dan cara berinteraksi dengan audience,” kata para personel Mathology, dikutip Reallist Media pada Senin, 20 April 2026.
“Itu bikin kami jadi lebih sadar detail, lebih tight sebagai unit, dan lebih berani eksplorasi,” ucap mereka.
Selain musikalitas, tur ini juga menjadi ruang pembelajaran dari sisi mental dan profesionalitas. Tantangan seperti manajemen waktu, adaptasi teknis di setiap venue, hingga menghadapi kondisi tak terduga justru memperkuat kekompakan mereka sebagai grup.
“Tur ini ngajarin kami banyak hal—dari manajemen waktu, adaptasi teknis, sampai menghadapi kondisi tak terduga, termasuk perubahan lineup. Semua itu bikin kami lebih solid sebagai tim dan lebih siap untuk skala yang lebih besar ke depannya,” tutur mereka.
Tur Jepang juga membuka peluang koneksi baru dengan musisi, promotor, dan komunitas musik setempat. Jaringan ini berpotensi berkembang menjadi kolaborasi di masa depan, memperluas jangkauan Mathology di kancah internasional.
Kini, mereka kembali ke Indonesia dengan perspektif lebih luas, energi baru, serta visi yang semakin jelas terhadap arah musikal.
“Secara keseluruhan, tur Jepang ini bukan cuma soal perform, tapi proses pendewasaan untuk Mathology. Kami pulang dengan perspektif baru, energi baru, dan visi yang lebih jelas tentang arah kami ke depan,” kata Mathology.
Mathology sendiri merupakan grup musik instrumental Indonesia yang dibentuk pada 2018, terdiri dari Ramcey Putra Petirs (gitar), Soebroto Harry Prasetyo (bass), dan Rizma Landon (drum).
Trio math rock ini dikenal memadukan progressive rock, jazz, dan musik eksperimental menjadi suara khas.
Album terbaru mereka, Transition (2025), menampilkan arah musikal yang terus berkembang dengan sentuhan progressive rock modern dan elemen tradisional Indonesia.
Baca juga: Sisca Saras Bawa HipDut ke Jepang Lewat Single Kolaborasi Swipe Kanan Kiri Bareng NecoMe
Baca juga: Basajan Bakal Tur Konser ke Jepang Demi Promosikan Album Béwara
Dengan pengalaman tur Jepang 2026, Mathology siap melangkah ke babak berikutnya dalam perjalanan musik mereka. []

