Jakarta – Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, mendatangi Kantor PSSI di GBK Arena, Jakarta untuk melaporkan kapten Persib Bandung, Marc Klok. Laporan yang dilayangkan pada pada Jumat 8 Mei 2026, ini muncul setelah Klok melontarkan ajakan kepada Bobotoh agar hadir di laga klasik melawan Persija Jakarta yang akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu 10 Mei 2026.
Ajakan tersebut dinilai provokatif karena sepanjang musim ini PSSI dan I.League secara tegas melarang suporter menonton laga tandang demi alasan keamanan.
Diky hadir bersama Sekretaris Umum Muhammad Aditya Putra dan perwakilan Korwil Jakmania Menteng, Angga. Mereka diterima langsung oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi, dalam pertemuan singkat sekitar 10 menit.
Seusai pertemuan, Diky menegaskan bahwa ucapan Klok, meski bercanda, tidak tepat di tengah situasi panas menjelang laga berisiko tinggi. Ia menekankan bahwa fokus utama Jakmania adalah menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan anggota agar sepak bola Indonesia tetap kondusif.
Menurut Diky, komentar Klok berpotensi memicu kegaduhan di antara kedua kubu suporter. Ia menilai ajakan tersebut kurang bijak karena pertandingan sudah dipindahkan ke Samarinda demi mengurangi risiko bentrokan.
“Kalau pun itu bercanda, rasanya kurang elok di tengah kondisi seperti ini,” ujar Diky, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Pernyataan Klok memang sempat menimbulkan polemik karena pertandingan tersebut hanya boleh disaksikan oleh Jakmania sesuai regulasi. Namun, Klok kemudian menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa ucapannya hanya bercanda.
Ia juga meminta Bobotoh untuk tidak datang ke Samarinda mendukung Persib. Diky menyambut baik klarifikasi tersebut dan mengucapkan terima kasih atas permintaan maaf Klok, berharap suasana bisa segera mereda.
“Kami berterima kasih kepada Marc Klok yang sudah menyampaikan permintaan maafnya. Itu penting untuk meredakan suasana,” ucap Diky.
Pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 antara Persija dan Persib di Stadion Segiri tetap menjadi sorotan nasional. Rivalitas kedua klub yang sudah lama berlangsung membuat setiap pernyataan dari pemain maupun suporter memiliki dampak besar terhadap atmosfer pertandingan.
Baca juga: Brimob, Jibom dan Anjing K9 Ikut Amankan Laga Clash of Legends 2026
Baca juga: PSSI Dorong Penambahan Kamera VAR di BRI Super League 2025/2026
Polemik ini sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi yang bijak agar sepak bola Indonesia bisa berjalan aman, nyaman, dan tetap menjadi hiburan bagi masyarakat. []
