Pertalite Hilang dari Beberapa SPBU, Kementerian ESDM Beri Penjelasan

Pertalite Hilang dari Beberapa SPBU, Kementerian ESDM Beri Penjelasan

Jakarta – Fenomena hilangnya Pertalite dari sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta, Depok, dan Bogor dalam beberapa hari terakhir menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pemilik kendaraan.

Melalui media sosial, banyak konsumen yang mengaku terkejut ketika mendapati bahan bakar subsidi jenis RON 90 tersebut tidak lagi tersedia di lokasi tertentu, sementara di tempat yang sama muncul SPBU Signature dengan layanan premium.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan bahwa penghentian penjualan Pertalite di beberapa SPBU bukan berarti distribusi BBM subsidi dihentikan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa perubahan ini terjadi karena adanya upgrade layanan di sejumlah SPBU Pertamina yang kini berstatus Signature. SPBU Signature dirancang untuk memberikan fasilitas tambahan dan kenyamanan lebih bagi konsumen, sehingga tidak lagi menjual BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.

“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ucap Dwi Anggia kepada wartawan, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Namun, kata Anggia, bahan bakar jenis Pertalite tetap tersedia di SPBU reguler sesuai penugasan resmi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga tetap berkewajiban menyalurkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) RON 90, yakni Pertalite, ke SPBU yang mendapat penugasan dari BPH Migas.

Penugasan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan kuota, penyalur, dan kebutuhan konsumen di tiap daerah tetap terpenuhi. Hal ini menjadi jaminan bahwa meski ada SPBU yang beralih status menjadi Signature, distribusi Pertalite tidak akan terhenti.

Penjelasan ini muncul setelah viral pengumuman sejumlah SPBU Pertamina yang berhenti menjual Pertalite, sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

SPBU Signature sendiri menawarkan berbagai layanan tambahan yang membedakannya dari SPBU reguler. Konsumen yang membeli BBM minimal Rp350.000 mendapat layanan semir ban gratis, tersedia kotak sampah kecil untuk membuang tisu atau kertas, serta fasilitas umum yang lebih lengkap dan bersih.

Mushala di SPBU Signature dilengkapi perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan Al Quran, sementara area wudhu dan toilet dibuat lebih nyaman untuk mendukung kebutuhan konsumen.

Dengan konsep ini, SPBU Signature diharapkan mampu memberikan pengalaman premium bagi pengguna kendaraan yang menginginkan layanan lebih dari sekadar pengisian bahan bakar.

Kesimpulannya, hilangnya Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina bukanlah tanda penghentian distribusi BBM subsidi, melainkan bagian dari transformasi layanan menuju SPBU Signature.

Konsumen tetap bisa mendapatkan Pertalite di SPBU reguler sesuai penugasan resmi dari BPH Migas, sementara SPBU Signature hadir sebagai pilihan dengan fasilitas premium.

Baca juga: Wacana Pengurangan BBM, Ketua Banggar DPR: Kami Tidak Setuju!

Baca juga: Pemerintah Iran Izinkan Dua Kapal Tanker Indonesia Lewati Selat Hormuz

Perubahan ini menunjukkan adanya diferensiasi layanan yang ditawarkan Pertamina untuk menjawab kebutuhan beragam konsumen, dari pengguna BBM subsidi hingga mereka yang menginginkan kenyamanan ekstra. []

 

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *