Putus Rantai Trauma, The Jansen Lepas Single andai kita tumbuh besar nanti

Putus Rantai Trauma, The Jansen Lepas Single andai kita tumbuh besar nanti

Jakarta – Unit punk asal Bogor, The Jansen kembali menebar energi lewat single terbaru bertajuk andai kita tumbuh besar nanti. Lagu ini resmi dilepas single kedua dari album terbaru mereka Romantisasi Impulsif, setelah sebelumnya memperkenalkan bila cinta adalah sebuah propaganda (wo ai ni).

Single ini lahir dari proses kreatif Adji Pamungkas, pemain bass sekaligus penulis lirik, yang terinspirasi dari berbagai bacaan termasuk novel Orexas karya Remy Sylado.

Lewat keterangan tertulisnya, Adji mengaku menuangkan pengalaman kolektif dan refleksi yang ia temui ke dalam lirik lugas.

“Gue nulis lagu ini setelah baca-baca cerita dan diksi dari berbagai sumber,” tutur Adji, dikutip Reallist Media pada Minggu, 12 Juli 2026.

“Di dalamnya, gue nemuin hal-hal kayak ‘papi hanyut sama masalahnya’, ‘mami gak peduli’, dan ‘kejebak dalam pamer sosialita’,” ucapnya.

Lebih jauh, Adji menekankan bahwa lagu ini berangkat dari keyakinan tentang universalitas trauma masa kecil. Menurutnya, setiap keluarga memiliki masalah masing-masing, namun pesan utama lagu ini bukanlah menyalahkan orang tua.

Dibawakan dari sudut pandang tokoh Johan, sosok yang digambarkan penuh kemarahan namun tetap menyimpan harapan.

“Kalo kita cuma nyalahin, ujung-ujungnya balik lagi ke keadaan. Tiap zaman berbeda. Orang tua kita hidupnya gak seberuntung kita, akses pendidikannya juga gak kayak sekarang,” kata Adji.

“Gue pengen poinnya bukan buat nyalahin, tapi lebih ke ‘stop di gue aja’. Hari ini kita punya akses ke ilmu psikologi, parenting, dan kesadaran mental health. Ini tugas generasi muda: memutus rantai itu,” ujarnya.

Dalam proses kreatifnya, Adji juga menyoroti pemilihan diksi. Kata “tumbuh” menjadi pusat pesan karena merepresentasikan proses berkelanjutan.

“Cara Johan, cara The Jansen dalam melihat trauma ini bukan cuma berdamai, tapi memutus. Itu kata yang paling pas buat gue: memutus siklus trauma keluarga,” katanya.

Secara musikal, single andai kita tumbuh besar nanti terinspirasi dari band-band LA Indiefest seperti Monkey to Millionaire serta band-band era pertengahan 2000-an seperti The Sastro, Zeke and The Popo, Float, The Banery, hingga musisi yang mengisi soundtrack film Janji Joni, Gie, dan 3 Hari untuk Selamanya.

Isian gitar yang manis, ritme enerjik, serta aransemen bernuansa alternatif khas 2000-an menjadikan lagu ini kuat secara musikal sekaligus menggigit dari sisi lirik.

Cinta Rama Bani Satria, atau Bani sang vokalis, turut berbagi kesannya. Ia melihat lirik ini sebagai usaha seorang anak untuk membuktikan kepada orang tuanya bahwa jalan yang ia pilih tidak sia-sia.

“Cerita itu mengingatkan perjalanan hidup saya yang hampir mirip dan terciptalah nada-nada itu di kepala saya,” ucapnya.

Lewat single ini, The Jansen melanjutkan upaya menjadi band yang menyuarakan suara anak muda dengan sudut pandang lugas, sederhana, dan langsung ke inti persoalan. Album mereka sebelumnya, Banal Semakin Binal, bahkan berhasil meraih penghargaan Album Rock Terbaik di AMI Awards.

Kini, lewat andai kita tumbuh besar nanti, mereka membuktikan bahwa energi musik bisa berpadu dengan pesan reflektif yang menyentuh realitas pendengar.

Album Romantisasi Impulsif akan tersedia di semua platform digital streaming mulai Rabu, 22 Juli 2026. Untuk edisi fisik, The Jansen bekerja sama dengan dua label dari dua negara berbeda.

CD dan vinyl akan dirilis oleh P-Vine Records, label legendaris asal Jepang yang dikenal sebagai rumah bagi musisi indie dan alternatif.

Sementara edisi kaset akan dirilis oleh Miles Records, label asal Malaysia yang aktif merilis musik underground dan eksperimental di Asia Tenggara. Ketiga format fisik ini akan menyusul setelah perilisan digital.

Saat ini, single andai kita tumbuh besar nanti milik The Jansen sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital pada Kamis, 8 Juli 2026, berbarengan dengan video lirik yang digarap oleh Yustinus Kristianto.

Baca juga: Man Sinner Kejutkan Skena Skate-punk Lewat Single Kembali

Baca juga: Grup Band Punk TENHOLES Lepas Dua Single Membakar Malam dan Tiga

Versi digital album Romantisasi Impulsif akan menyusul pada 22 Juli 2026, menjadi tonggak baru perjalanan The Jansen dalam menggabungkan energi musik dengan pesan sosial yang relevan bagi generasi muda. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *