Jakarta – Insiden penerobosan jalur Transjakarta oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, di kawasan Traffic Light Pesing, Jakarta Barat, pada Jumat, 3 Juli 2026, menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang sempat menimbulkan ketegangan dengan aparat kepolisian itu kini berakhir damai setelah kedua belah pihak bertemu dan saling memaafkan.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 17.45 WIB ketika arus lalu lintas di TL Pesing sedang padat. Saat itu, personel Satlantas bersama anggota TNI melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara jalur busway menggunakan water barrier.
Di tengah kondisi tersebut, seorang pengendara mobil yang belakangan diketahui sebagai Hardiyanto Kenneth diduga meminta petugas membuka pembatas agar ia bisa melintas di jalur Transjakarta. Permintaan itu ditolak karena jalur sedang ditutup untuk kepentingan pengaturan lalu lintas.
Penolakan tersebut memicu ketegangan. Kenneth kemudian diduga menerobos pembatas dan terlibat adu mulut dengan polisi yang berjaga. Setelah sempat meninggalkan lokasi, ia kembali mendatangi petugas hingga cekcok kembali terjadi.
Situasi semakin memanas ketika Kenneth diduga mengeluarkan ucapan bernada kasar dan menantang aparat. Personel TNI bersama anggota patroli akhirnya turun tangan untuk meredakan ketegangan agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Klarifikasi Kepolisian
Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa perkara sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Oh, yang anggota dewan dari PDI Perjuangan (PDIP), Pak Kenneth. Sudah ditangani, tadi ada Transjakarta juga,” ujar ALP Ilham kepada awak media, dikutip Reallist Media pada Senin, 6 Juli 2026.
“Terus laporan dari anggota, itu sudah damai, saling memaafkan karena situasinya juga,” kata dia lagi.
Meski demikian, AKP Ilham menekankan bahwa penanganan internal tetap berjalan. Pihaknya masih menunggu arahan pimpinan setelah laporan disampaikan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
“Pak Kasat masih melaporkan kepada Bapak Dirlantas, sehingga keputusan selanjutnya menunggu arahan beliau. Tapi yang jelas tadi, ada itikad baik dari Pak Kenneth ketemu langsung dengan anggota kami sore tadi,” tuturnya.

Sikap DPRD DKI Jakarta
Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menyatakan akan menelusuri dugaan keterlibatan Kenneth dalam insiden tersebut.
“Ada foto oknum yang mengaku anggota dewan. Saya lakukan investigasi dulu ya. Terima kasih infonya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Hardiyanto Kenneth yang disebut-sebut terlibat dalam insiden tersebut belum memberikan keterangan resmi.
Sorotan Publik dan Dampak
Insiden ini menyoroti pentingnya disiplin lalu lintas, terutama di jalur khusus seperti Transjakarta yang diperuntukkan bagi transportasi publik. Tindakan menerobos jalur busway tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Keterlibatan figur publik seperti anggota dewan dalam pelanggaran lalu lintas menimbulkan perhatian lebih besar. Publik menunggu tindak lanjut dari kepolisian dan DPRD DKI Jakarta untuk memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.
Meski berakhir damai dengan saling memaafkan, insiden di TL Pesing menjadi pengingat bahwa aturan lalu lintas berlaku untuk semua pihak tanpa terkecuali.
Baca juga: Anggota DPRD Langkat Matthew Sinulingga Salurkan Hewan Kurban ke 4 Rumah Ibadah
Baca juga: Transjakarta Jadi Pilihan Warga Jabodetabek untuk Wisata Lebaran 2026
Penanganan internal kepolisian dan investigasi DPRD akan menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum dan wakil rakyat. []
