Kanye West Jadi Bintang AS Pertama yang Konser Di Rusia Usai Konflik Ukraina

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Rapper kontroversial, Kanye West akan menggelar sebuah konser di St. Petersburg pada Oktober 2026 mendatang dan menjadi menjadi bintang Amerika terbesar perdana yang menggelar konser di Rusia setelah invasi negara tersebut terhadap Ukraina.

Rapper yang akrab disapa Ye ini sempat mendapatkan kontroversi belakangan tahun ini, dengan melakukan berbagai ungkapan sentimen antisemit dan juga simpati terhadap nazisme yang membuat karya musiknya tertutupi kontroversinya.

Hal ini juga yang membuat beberapa negara dan tempat pertunjukan merasa tidak nyaman untuk menjadi penyelenggara turnya.

Konser yang berlangsung selama dua hari ini dijadwalkan pada tanggal 10 dan 11 Oktober mendatang di Gazprom Arena, St. Petersburg, Rusia.

Para penggemarnya dari Rusia langsung memburu dan mengamankan tiket konser tersebut sesaat setelah rencana pertunjukan ini dipublikasikan. Beberapa tiket paling mahal dengan harga US$1.850 ke atas ludes terjual hanya dalam waktu beberapa jam, dan pada malam hari waktu setempat, tiket termurahnya sudah terjual habis.

Sebelumnya, sang rapper memang sudah beberapa kali dirumorkan untuk menggelar konser di Rusia. Rumor ini makin gencar pada 2024 setelah ia pergi ke Moskow untuk mendatangi acara ulang tahun Gocha Rubchinskiy, seorang desainer busana yang sudah lama bekerja sama dengannya.

Selain serangkaian pernyataan antisemit, Ye juga menuai kemarahan karena dukungannya terhadap simbol-simbol Nazi. Ia bahkan menjual kaus bergambar swastika dan merilis lagu berjudul Heil Hitler.

Ia juga pernah mencoba memperbaiki citranya dengan memasang iklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal yang isinya permohonan maaf atas perilaku antisemitnya dan membahas perjuangannya menghadapi gangguan kesehatan mental.

“Saya bukan seorang Nazi atau antisemit, saya mencintai orang Yahudi,” tulisnya.

Musisi, Kanye West (Foto: Evan Agostini)
Musisi, Kanye West (Foto: Evan Agostini)

Namun, hal tersebut tidak banyak meredakan reaksi negatif dan amarah masyarakat. Hal ini tetap berujung pada penolakan dan pembatalan konsernya di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Italia. Di beberapa tempat lain pun juga muncul seruan agar ia dilarang tampil.

Pada akhirnya, sang rapper telah bertemu audiens yang tepat di Turki setelah ia melakukan konser pemecah rekor di Istanbul dengan dihadiri 118.000 orang dan 70.000 orang di Tbilisi. Selain itu, tiket dari konser yang ia adakan di Almaty, Kazakhstan, juga dikabarkan habis terjual.

Kendati kesuksesan penjualan tiketnya di Rusia, terdengar kabar bahwa ada kemungkinan penolakan dari beberapa aktivis konservatif di negara tersebut. Mereka sedang mencoba membatasi pengaruh budaya Barat, terlebih terdapat hukuman penjara panjang bagi ekspresi dukungan terhadap nazisme di sana.

Politisi Nikolay Novichkov telah menyerukan penyelidikan atas pernyataan Ye di masa lalu yang memuji Hitler, termasuk klaimnya pada tahun 2022 bahwa ada “hal-hal baik” tentang pemimpin Nazi tersebut. Novichkov juga mengatakan kepada media Rusia Ostorozhno Novosti bahwa konser-konser tersebut harus dibatalkan kecuali penyanyi itu secara terbuka menyatakan “dukungan moral untuk Rusia dan operasi militer khusus,” tuturnya.

Baca Juga: Duo Musik Jepang, YOASOBI Umumkan Rencana Konser di Singapore National Stadium

Baca Juga: Chappell Roan Jadi Bintang Tamu Kejutan di Konser Noah Kahan

Kedatangan Ye juga berpotensi menjadi kemenangan bagi pemerintah Rusia untuk menunjukkan bahwa negara tersebut masih terhubung dengan dunia luar meskipun terdapat sanksi besar dan seruan boikot budaya. []

Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
20 Agustus 2026

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *