Grup Band Fontaines D.C. Buka Album Lewat Single Marriane

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Grup band asal Irlandia, Fontaines D.C.,  resmi merilis single Marianne sebagai pengantar menuju album kelima mereka, Dopamine Chamber, yang akan dirilis pada 16 Oktober 2026 mendatang. Karya ini dirilis menyusul kesuksesan album Romance yang beberapa waktu lalu sukses menarik perhatian pendengar baru.

Dari segi musikalitas, single Marianne masih memiliki sedikit nuansa yang sama dengan album terakhir mereka, Hal tersebut terlihat karna mereka masih menggunakan progresi akor post-punk yang kental. Berdiri di hadapan jurang kehancuran dengan perasaan ingin melarikan diri dan kepasrahan, pelarian dan hedonisme juga hadir seperti raungan sebuah sirene. Setidaknya, itulah gambaran yang dapat terasa ketika mendengarkan lagu ini.

Setelah keterlibatan band asal kota Dublin ini dalam album HELP 2, lagu Marianne terasa seperti perkembangan yang cukup masuk akal dari Romance. Beberapa karakter dari album sebelumnya masih terasa, tetapi kali ini terdapat nuansa kerinduan yang lebih kuat, seolah Fontaines D.C. sedang berusaha melangkah menuju sesuatu yang baru. Sebagian dari lagu Marianne sendiri juga terinspirasi dari serial thriller Ripley (2024).

Mengutip wawancara dari laman Rolling Stone UK, Grian Chatten sang vokalis menyebut materi dalam album Dopamine Chamber akan bergerak di antara kepuasan dan ketakutan hingga keduanya menyatu.

Konsep tersebut menggambarkan rasa kewalahan akibat kecerdasan buatan, kerusakan lingkungan, dan kekerasan politik yang berjalan dalam algoritma yang sama dengan meme, komedi, serta budaya selebritas.

“Album ini sendiri adalah sebuah dopamine chamber. Kamu masuk ke dalamnya dan kami menguji berbagai macam musik yang dapat mengubah pikiran atau suasana hatimu,” kata Grian Chatten, dikutip oleh Reallist Media, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Diproduseri kembali oleh James Ford, Fontaines D.C. mulai bermain dengan ruang suara yang lebih besar dan terasa seperti ditujukan untuk panggung arena. Mereka juga terus memasukkan lapisan suara shoegaze ke dalam musik mereka, membuat karakter musiknya terasa semakin luas.

Baca juga: Madonna dan Taylor Swift Jadi Peraih Nominasi Terbanyak di VMA 2026

Baca juga: White Chorus Buka EP L.U.F.S. Lewat Single Melayang

Kombinasi antara synthesizer dingin, ketukan drum ala pawai, sampel dan trigger elektronik, beberapa lagu tanpa gitar sama sekali, hingga sentuhan string ala musik pop Italia menjadikan Dopamine Chamber sebagai album dengan transformasi paling radikal yang pernah mereka buat.

Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
20 Agustus 2026

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *