Unit Musik Asal Ambon, Archa Lepas Single Osobauw

Unit Musik Asal Ambon, Archa Lepas Single Osobauw

Jakarta – Grup musik asal Ambon, Archa resmi merilis single kedua berjudul Osobauw, sebuah karya berbahasa Ulahahan dari Pulau Seram yang menyuarakan kritik terhadap kerusakan laut Maluku.

Lagu ini sebelumnya telah dipentaskan di berbagai festival sejak 2022 dan kini hadir dalam bentuk rekaman resmi dengan vokal Theoresia Rumthe.

Setelah melalui perjalanan panjang dari panggung ke panggung, kolektif musik Archa akhirnya mendokumentasikan lagu Osobauw dalam bentuk rekaman. Lagu ini ditulis oleh Chalvin Jems Papilaya pada 2022 dan pertama kali dipentaskan di Festival Timba Puri.

Dalam bahasa Ulahahan, Osobauw berarti “Sumpah”, sebuah pernyataan sikap yang tenang namun tegas terhadap eksploitasi laut dan kelalaian manusia.

Tema besar lagu ini adalah laut yang terluka. Di Maluku, laut bukan sekadar ruang geografis, melainkan ruang hidup. Ketika ekosistem pesisir rusak, masyarakat pesisir ikut terdampak.

Single Osobauw lahir dari kesadaran akan rapuhnya hubungan manusia dan alam, sekaligus tanggung jawab untuk merawatnya.

Grup musik asal Ambon, Archa. (Foto: Istimewa)
Grup musik asal Ambon, Archa. (Foto: Istimewa)

Proses Kreatif dan Rekaman

Komposisi lagu Osobauw diramu oleh Ardelony Imlabla dengan struktur sederhana dan terbuka, memberi ruang bagi lirik dan vokal untuk tampil jernih. Dalam versi rekaman, vokal dibawakan oleh Theoresia Rumthe, menghadirkan interpretasi tenang dan intim yang selaras dengan karakter komposisi.

Rekaman dilakukan di studio rumahan milik Mr. E di Air Putri, Ambon, sementara pengambilan vokal berlangsung secara langsung di Gereja Katolik Maria Mater Misericordiae, menghasilkan resonansi ruang alami yang memperkuat nuansa intim lagu.

Perjalanan Panggung

Sebelum direkam, Osobauw telah tampil di berbagai ruang pertunjukan:

  • Pertunjukan Sebasta di Negeri Itawaka (2023)
  • LautLoud—Arka Kinari (2023)
  • Indonesian Music Expo di Ubud, Bali (2024)
  • Jazirah Rempah di Ambon (2025)

Rangkaian ini menunjukkan bagaimana lagu tersebut bergerak dari ruang komunitas hingga forum musik yang lebih luas, sebelum akhirnya direkam resmi pada 27 Februari 2026.

Konsistensi Archa

Sebagai single kedua setelah Ten (2024), lagu Osobauw menegaskan arah musikal Archa yang sederhana, reflektif, dan berakar pada konteks Maluku. Lagu ini menjadi bagian dari kesinambungan perjalanan mereka dalam merawat bahasa daerah, ruang hidup, serta kesadaran akan hubungan tak terpisahkan antara manusia dan laut.

Mini Profil Archa

  • Nama Kolektif: Archa
  • Asal: Maluku, Indonesia
  • Genre: Musik reflektif, berbasis komunitas dan tradisi lokal
  • Single Pertama: Ten (2024)
  • Single Kedua: Osobauw (2026)
  • Ciri Khas: Mengangkat isu sosial dan lingkungan melalui bahasa daerah, aransemen sederhana, serta kolaborasi lintas musisi dan penyair.

Saat ini, single Osobau milik Archa sudah bisa didengarkan di berbagai peron pemutar musik digital.

Baca juga: Shenyliega Rilis Debut Single Bertajuk Melangkah

Baca juga: Nanda Prima Rilis Single Memori Satu Atap Karya Cipta Roby Geisha

Kehadiran lagu ini menandai konsistensi Archa di belantika musik Indonesia. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *