Jakarta – Industri musik Indonesia kembali diramaikan oleh hadirnya karya baru dari penyanyi belia Alika Shafira. Di bawah naungan MDG Productions, Alika resmi merilis Extended Play (EP) bertajuk Tentang Diriku, sebuah langkah berani yang langsung menempatkannya dalam sorotan publik.
Berbeda dengan tren musisi muda yang umumnya merilis single demi single, Alika memilih untuk menghadirkan tujuh lagu sekaligus dalam format mini album. Keputusan ini dinilai sebagai langkah berani sekaligus bukti keseriusan Alika dalam membangun identitas musikalnya.
“Lagu perlagu di EP saya punya benang merah. Jadi pas banget kalau saya rilis sekalian tujuh lagu,” ucap Alika Shafira, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Sebelumnya, Alika telah mencuri perhatian lewat single debut Kita Berbeda yang kini mendekati 100.000 stream di Spotify. Kesuksesan tersebut menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh dengan EP Tentang Diriku.
Fokus Track: Belum Waktunya Jatuh Cinta
Dari tujuh lagu yang ada, single Belum Waktunya Jatuh Cinta dipilih sebagai fokus track. Lagu ini lahir dari tangan dingin komposer Bemby Noor, dengan lirik ditulis oleh Anggi Anggoro serta aransemen musik oleh Anggi Anggoro dan Jeremy Poetiray.
Berbeda dari lagu pop kebanyakan yang identik dengan kisah cinta manis atau patah hati dramatis, Alika justru mengangkat sisi emosional yang lebih dekat dengan realitas generasi muda saat ini: ketakutan membuka hati kembali.
“Tidak semua orang siap untuk jatuh cinta lagi, terutama ketika proses penyembuhan diri belum tuntas,” tutur Alika.
Nuansa musikal dalam lagu Belum Waktunya Jatuh Cinta terasa hangat, intim, dan sinematik. Aransemen lembut berpadu dengan karakter vokal khas Alika menjadikan lagu ini seperti teman bagi mereka yang sedang belajar menerima diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu.
Nama Besar di Balik EP
Kekuatan EP Tentang Diriku juga terletak pada deretan nama besar yang terlibat dalam proses kreatifnya. Selain Bemby Noor, proyek ini turut melibatkan musisi kondang seperti Ferdy Tahier dari Element, Icha Aji dari Jikustik, serta Iyas Pras.
Kontribusi juga datang dari Anggi Anggoro, Ivan Alidiyan, Sony Adrian, hingga karya terakhir mendiang Ferdinand Pardosi.
Proses produksi digarap serius. Rekaman vokal dilakukan di Backbeat Studio Jakarta dengan pendampingan vocal producer Ebby, sementara mixing dan mastering ditangani langsung oleh Anggi Anggoro.
Respons Positif Publik
Sejak dirilis, EP Tentang Diriku mendapat respons positif dari penikmat musik. Banyak yang memuji keberanian Alika menyuguhkan tema yang lebih emosional, dewasa, namun tetap relevan dengan keresahan generasi muda.
“Alika berhasil menghadirkan karya yang bukan sekadar album, melainkan ruang refleksi bagi pendengarnya,” ujar salah satu pengamat musik lokal.
Dengan image remaja berhijab yang positif, karya yang family-friendly, serta karakter musikal yang hangat, Alika Shafira tampaknya berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di industri musik Indonesia.
Keberanian Alika merilis mini album di usia muda menjadi bukti bahwa generasi baru musisi Indonesia siap menghadirkan karya yang lebih berani, autentik, dan relevan dengan kehidupan pendengarnya.
Baca juga: Cerita Ade Govinda dan Gloria Jessica Tentang Album Blue
Baca juga: Seriusi Musik, Alala Zahra Siapkan Video Klip Single Bundaku Tersayang
Saat ini, seluruh lagu dalam EP Tentang Diriku milik Alika Shafira sudah dapat dinikmati melalui berbagai layanan streaming digital. []
