REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Grup duo ikonik Banda Neira kembali memperkaya kancah musik nasional melalui peluncuran video musik terbaru untuk singel mereka yang berjudul Ajariku Jadi Berani (feat. Reruntuh).
Perilisan karya visual ini resmi diluncurkan pada Jumat, 25 September 2026, dengan membawa misi menyuarakan pesan keberanian yang relevan di tengah dinamika sosial saat ini.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tersebut serta upaya memperluas interaksi dengan publik, Banda Neira menyelenggarakan acara khusus bertajuk Jadi Berani Project di Jakarta pada tanggal 25–26 September 2026.
Rangkaian acara ini meliputi pameran zine yang melibatkan sekitar 90 pengkarya, lokakarya fotografi (photostory), serta panggung gigs intim yang menghadirkan penampilan khusus dari Reruntuh dan Pendarra.
Refleksi Personal di Balik Proses Kreatif
Lagu Ajariku Jadi Berani diciptakan oleh sang gitaris dan vokalis, Ananda Badudu, pada medio dekade 2020-an.
Penulisan lagu ini dilatarbelakangi oleh pengalaman personal sang musisi pasca insiden penangkapan dan kekerasan oleh aparat pada tahun 2019, ketika dirinya menginisiasi penggalangan dana untuk mendukung aksi mahasiswa menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ananda tidak menampik bahwa peristiwa tersebut menyisakan trauma serta kemarahan yang mendalam hingga saat ini. Namun, ia berupaya menyalurkan energi negatif tersebut menjadi sebuah karya yang konstruktif.
“Saya sadar saya masih membawa kemarahan itu, tapi saya tidak ingin kemarahan itu berubah jadi sesuatu yang destruktif,” ujar Ananda Badudu, dikutip Reallist Media pada Rabu, 7 Oktober 2026.
“Itu sebabnya saya menulis ‘Ajariku Jadi Berani’. Saya berharap lagu itu bisa jadi pemantik yang mendorong kami dan juga pendengar untuk menjadi berani,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa esensi dari karya ini merepresentasikan proses kerentanan manusia yang berhadapan dengan rasa takut, namun tetap memilih untuk melangkah maju secara kolektif.
“Lagu itu bercerita tentang seseorang yang didera ketakutan, kemudian minta diajari caranya menjadi berani,” tuturnya.
“Lewat lagu itu kami seperti mau bilang ke pendengar: ayok, kita sama-sama belajar jadi berani,” kata dia.
Kolaborasi Lintas Disiplin Seni
Dalam penggarapan video musik ini, Banda Neira mempercayakan posisi sutradara kepada Rukii Naraya, seorang fotografer profesional yang memperluas portofolionya ke ranah penyutradaraan video musik.
Visualisasi lagu ini turut diperkuat melalui kolaborasi bersama pasangan koreografer sekaligus dramaturg, Enji Sekar dan Arsita Iswardhani.
Sementara itu, inisiatif penyelenggaraan Jadi Berani Project didasari oleh keinginan manajemen dan para personel agar esensi keberanian yang diusung tidak berhenti sebatas konsumsi audio semata.
“Jadi Berani Project kami bikin karena tak ingin aksi menularkan keberanian itu berhenti di lagu saja. Kali ini kami bikin project lokakarya photostory yang diampu juga oleh Rukii Naraya,” ucap Sasha, vokalis sekaligus pemain biola Banda Neira.
“Lewat project ini kami mengajak siapapun yang ingin ikut untuk berproses bersama sambil memaknai apa arti keberanian buat kita,” katanya.
Kemitraan dengan Label Rekaman
Dari aspek produksi dan distribusi, proyek pembuatan video musik Ajariku Jadi Berani terlaksana atas kerja sama strategis dengan Kithlabo, unit label di bawah naungan Believe.
Kemitraan ini menandai kolaborasi kedua antara Banda Neira dan Kithlabo, menyusul kesuksesan perilisan video musik Mimpilah Seliar-liarnya pada tahun 2025 yang disutradarai oleh Bernardus Raka.
Baca juga: TENHOLES Rangkum Realitas Kehidupan Kelas Pekerja di Album SATYA
Baca juga: Duovertime Lepas Single Perdana Bertajuk Ga Pernah End
Lewat rangkaian kegiatan ini, Banda Neira menunjukkan konsistensinya dalam memadukan karya seni suara, ekspresi visual, dan ruang perjumpaan kolektif yang berdampak positif bagi para pendengarnya. []




