Di Tengah Muktamar NU, Cicit Mbah Wahab Menikah dengan Putra Kiai Maman di Tambakberas

Di Tengah Muktamar NU, Cicit Mbah Wahab Menikah dengan Putra Kiai Maman di Tambakberas

REALLISTMEDIA.COM – JOMBANG — Di tengah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebuah peristiwa keluarga berlangsung penuh khidmat.

Hablie Ainalhaq, putra ulama sekaligus anggota DPR RI Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M., menikah dengan Dian Tsuroyya Patria Ummah atau Ning Aya, putri Gus Edi Najib Wahab Hasbullah, Jumat, 28 Agustus 2026.

Keluarga kedua mempelai menggelar akad nikah di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Keluarga besar kedua pihak, para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta dzuriyah KH. Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab hadir dalam acara tersebut.

Sejumlah tokoh pesantren turut hadir dalam momen itu. Di antaranya Dr. KH. Hasib Wahab Chasbullah bersama keluarga besar Bani Wahab, Bu Nyai Muhashonah Iskandar, ibunda Gus Muhaimin, serta sejumlah ulama lainnya.

Mempertemukan Dua Tradisi Pesantren

Pernikahan Hablie dan Ning Aya mempertemukan dua keluarga besar yang memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren dan perjalanan Nahdlatul Ulama.

Ning Aya merupakan putri Gus Edi Najib Wahab Hasbullah sekaligus cicit KH. Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab.

Masyarakat mengenang Mbah Wahab sebagai salah satu pendiri NU. Pemerintah kemudian menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia.

Dari lingkungan Tambakberas, Mbah Wahab mewariskan nilai keislaman, pendidikan pesantren, perjuangan kebangsaan, dan tradisi keulamaan. Nilai tersebut terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Selain garis keluarga Mbah Wahab, Ning Aya juga memiliki hubungan nasab dari jalur keluarga ibunya dengan Kiai Jawawi bin Yusuf bin Kiai Mu’thi bin Muta’ad bin Mbah Muqoyyim.

Masyarakat mengenang Kiai Muqoyyim sebagai pendiri Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.

Dengan latar belakang tersebut, pernikahan ini mempertemukan dua jalur tradisi pesantren. Yakni Tambakberas di Jombang dan Buntet di Cirebon.

Sementara itu, Hablie Ainalhaq merupakan putra Dr. KH. Maman Imanulhaq, M.M. Kiai Maman aktif dalam bidang dakwah, pendidikan, kepesantrenan, dan pemberdayaan masyarakat.

Saat ini, ia menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI Komisi VIII.

Doa untuk Generasi Penerus Pesantren

Bagi kedua keluarga, pernikahan Hablie dan Ning Aya bukan sekadar pertemuan dua insan. Momen itu juga mempertemukan dua keluarga besar.

Selain itu, pernikahan tersebut membawa dua tradisi keilmuan dan perjalanan pengabdian dari dunia pesantren.

“Keluarga besar kedua mempelai berharap pernikahan ini menjadi mitsaqan ghalizhan, ikatan suci yang menghadirkan keberkahan bagi kedua mempelai, keluarga, serta masyarakat luas,” ujar Kiai Hasib Wahab.

Kiai Maman Imanulhaq juga berharap putra dan menantunya mampu membangun rumah tangga penuh keberkahan.

Ia ingin Hablie dan Ning Aya meneruskan nilai kebaikan yang telah dicontohkan para masyayikh.

“Pernikahan adalah ikatan dua keluarga dan dua perjalanan kehidupan. Semoga Hablie dan Ning Aya dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta meneruskan kebaikan dan pengabdian para orang tua dan masyayikh,” kata Kiai Maman.

Muktamar NU dan Pernikahan Bertemu di Tambakberas

Akad nikah Hablie dan Ning Aya berlangsung ketika Tambakberas menjadi salah satu pusat perhatian warga Nahdliyin karena menjadi lokasi pelaksanaan Muktamar NU.

Suasana muktamar dan pernikahan berjalan dalam ruang sosial pesantren yang sama. Para ulama dan muktamirin membahas masa depan organisasi, sementara dua keluarga besar menyambut generasi baru melalui ikatan pernikahan.

Momentum itu menunjukkan peran Tambakberas sebagai ruang pertemuan berbagai tradisi. Mulai dari keilmuan, silaturahmi, perjuangan, hingga kehidupan pesantren.

Ketika para ulama membicarakan masa depan Nahdlatul Ulama, sebuah keluarga baru juga memulai perjalanan masa depannya.

Dua momentum itu bertemu di Tambakberas. Tempat tersebut menjadi ruang hidup bagi tradisi pesantren, ilmu, dan pengabdian NU yang terus berjalan lintas generasi.[]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *