Penyanyi Legendaris, Dolly Parton Meninggal Dunia dalam Usia 80 Tahun

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Dolly Parton, penyanyi, penulis lagu, dan aktris asal Amerika Serikat, meninggal dunia pada Selasa di Nashville dalam usia 80 tahun. Kabar tersebut disampaikan pihak keluarga yang menyebut Parton meninggal dengan tenang. Publisisnya, Marcel Pariseau, kemudian mengungkap bahwa sang musisi meninggal setelah menjalani perjuangan singkat melawan kanker.

Dalam dua tahun terakhir, Parton memang sempat terbuka mengenai kondisi kesehatannya, terutama setelah sang suami, Carl Dean, meninggal dunia pada Maret 2025. Sebelumnya, ia mengaku sempat mengabaikan kondisi dirinya sendiri karena terlalu lama merawat sang suami.

Parton meninggalkan karier lebih dari lima dekade dengan lebih dari 3.000 lagu yang telah ditulisnya. Beberapa di antaranya menjadi lagu yang melekat dalam budaya Amerika seperti Jolene, Coat of Many Colors, I Will Always Love You, hingga 9 to 5.

Salah satu lagu terbesarnya, I Will Always Love You, awalnya ditulis ketika Parton ingin meninggalkan program televisi The Porter Wagoner Show dan memulai karier solo. Saat itu, ia merasa Porter Wagoner tidak mendengarkan keinginannya.

“Jadi saya pulang ke rumah dan menulis lagu itu. Keesokan paginya saya membawanya kembali dan berkata, ‘Duduklah, saya ingin Anda mendengarkan sesuatu.’ Lalu saya menyanyikannya, dan dia menangis,” ujar Parton, seperti ditulis CNN dan dikutip Reallist Media pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu karya paling sukses dalam sejarah musik Amerika setelah dinyanyikan kembali oleh Whitney Houston untuk film The Bodyguard pada 1992. Parton bahkan memperoleh sekitar US$10 juta dari royalti lagu tersebut.

Parton dikenal tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai sosok yang cukup kuat dalam mengatur kariernya sendiri. Pada usia 20 tahun, ia sudah mendirikan perusahaan penerbitan musik bersama sang paman, Bill Owens. Keputusan tersebut membuat Parton tetap memiliki kendali atas karya-karyanya.

Hal itu terbukti ketika Elvis Presley ingin merekam I Will Always Love You. Parton menolak karena manajer Presley, Colonel Tom Parker, meminta bagian dari hak penerbitan lagu.

“Ini adalah perusahaan penerbitan saya, dan jelas lagu ini akan menjadi salah satu hak cipta terpenting saya. Saya tidak bisa memberikan setengah hak penerbitannya kepada Anda,” kata Parton.

Di luar musik, Parton juga sukses sebagai aktris lewat film 9 to 5 (1980), The Best Little Whorehouse in Texas (1982), dan Steel Magnolias (1989). Ia juga dikenal melalui kepeduliannya terhadap berbagai kelompok masyarakat dan program sosial.

Salah satu warisan terbesarnya adalah Dolly Parton’s Imagination Library, program yang telah membagikan lebih dari 300 juta buku kepada anak-anak di berbagai negara.

Parton juga dikenal dengan pandangannya mengenai penerimaan terhadap orang lain. Dalam wawancara bersama Larry King pada 2016, ia mengatakan bahwa dirinya tidak percaya orang lain harus dikritik atau dihakimi.

“Saya tidak percaya kita harus mengkritik dan menghakimi orang lain. Menurut saya, kita harus menerima dan mencintai mereka. Kita semua adalah anak-anak Tuhan. Kita adalah diri kita sendiri dan seharusnya diperbolehkan menjadi diri kita,” katanya.

Baca Juga: Sutradara Film dan Video Klip, Eugene Panji Meninggal Dunia

Baca Juga: Bintang Film Scream, Hayden Panettiere Meninggal Dunia dalam Usia 36 Tahun

Dari musik, film, hingga kegiatan sosial, Dolly Parton meninggalkan pengaruh yang jauh lebih besar dari sekadar karier sebagai seorang penyanyi country.

Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
28 Agustus 2026

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *