Jakarta – Film biografi tentang Raja Pop Michael Jackson berjudul Michael langsung mencetak sensasi besar di bioskop dunia. Pada pekan pertama penayangannya, film ini meraup 97 juta dolar AS di Amerika Utara dan 217 juta dolar AS secara global, menjadikannya biopik dengan penjualan tiket awal terbaik sepanjang masa.
Capaian tersebut melampaui rekor film Straight Outta Compton (2015) yang meraih 60 juta dolar AS, serta Bohemian Rhapsody (2018) dengan 51 juta dolar AS pada pekan pertama.
Meski ulasan kritikus di Rotten Tomatoes cenderung negatif, penonton memberikan sambutan positif dengan nilai “A-” dari CinemaScore. Data PostTrak menunjukkan bahwa 61 persen pembeli tiket adalah perempuan, dan 66 persen berusia 25 tahun ke atas.
Film ini digarap oleh sutradara Antoine Fuqua dan menampilkan perjalanan karier Michael Jackson sejak masa awal bersama Jackson 5 hingga menjadi ikon musik dunia. Menariknya, pemeran utama adalah Jaafar Jackson, keponakan Michael, yang melakukan debut aktingnya dalam proyek berbiaya sekitar 200 juta dolar AS.
Kesuksesan film Michael juga menjadi titik balik bagi Lionsgate, studio yang memproduksi film ini bersama Universal Pictures dan pengelola warisan Michael Jackson. Setelah mengalami sejumlah kegagalan pada 2024, Lionsgate kini mencatat pencapaian terbesar mereka dalam satu dekade sejak The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 (2015).

Eksekutif Lionsgate, Adam Fogelson, bahkan menyebut bahwa tim kreatif sedang menyiapkan lebih banyak konten terkait Michael setelah perilisan film pertama, termasuk kemungkinan versi Director’s Cut yang disebutnya “luar biasa”.
Namun, film ini tidak lepas dari kontroversi. Sutradara dokumenter Dan Reed (Leaving Neverland) mengkritik proyek ini karena dianggap berpotensi “mengagungkan” sosok Michael di tengah tuduhan pelecehan seksual yang pernah mencuat.
Ia mengklaim bahwa naskah awal mendiskreditkan para penuduh. Di sisi lain, aktor Colman Domingo yang memerankan Joe Jackson membela film ini dengan menekankan bahwa karya tersebut menampilkan sisi manusia kompleks di balik sosok bintang besar.
Kontroversi juga datang dari keluarga Jackson sendiri. Paris Jackson, putri Michael, menolak terlibat dalam produksi film ini. Ia menyebut bahwa draf naskah awal tidak jujur dan merasa masukan yang diberikannya diabaikan.
Melalui media sosial, Paris menegaskan bahwa ia tidak nyaman dengan ketidakjujuran dalam film tersebut, meski tetap menyarankan publik untuk menonton dan menikmati film sesuai keinginan mereka.
Baca juga: Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan Bawa Renungan Tentang Kenangan
Baca juga: Dibintangi Hana Malasan, Film Kupeluk Kamu Selamanya Siap Tayang di Bioskop
Dengan segala pencapaian dan kontroversinya, film Michael bukan hanya menjadi film biografi yang mencatat rekor box office, tetapi juga karya yang membuka kembali perdebatan tentang warisan dan sisi kompleks dari sosok Raja Pop. []
