REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Musisi solo asal Amerika Serikat Olivia Rodrigo kembali menghadirkan kejutan bagi para penggemarnya. Setelah merilis album terbarunya you seem pretty sad for a girl so in love, penyanyi muda berbakat ini meluncurkan lagu baru berjudul serena joy pada Senin, 24 Agustus 2026.
Rilisan ini segera menarik perhatian karena terinspirasi dari salah satu karakter ikonik dalam serial The Handmaid’s Tale, adaptasi dari novel karya Margaret Atwood.
Karakter Serena Joy dalam cerita tersebut dikenal memiliki hubungan kompleks dengan sistem patriarki dan penindasan terhadap perempuan.
Lewat single serena joy, Olivia Rodrigo kembali mengangkat isu perempuan serta perjuangan mereka menghadapi lingkungan sosial yang masih dipengaruhi oleh struktur patriarki. Tema ini sejalan dengan aktivitas Olivia di luar musik, di mana ia semakin aktif mendukung perempuan melalui berbagai inisiatif.
Salah satu bentuk nyata dukungannya terlihat melalui festival musik Daisy Chain Fields, yang digagas Olivia dan secara khusus menghadirkan musisi perempuan. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus, di Orange County, California.
Olivia menegaskan bahwa sebagian keuntungan dari lagu serena joy akan disalurkan ke Daisy Chain Fields Fund, memperlihatkan komitmennya untuk menjadikan karya musik sebagai medium pemberdayaan.
Menariknya, lagu ini sebenarnya sudah lebih dulu dirilis dalam bentuk fisik pada 21 Agustus. Rilisan tersebut dibuat sangat terbatas, hanya 500 keping CD, dan dijual eksklusif di Analog Music Shop, Tustin, California.
Antusiasme penggemar begitu tinggi sehingga seluruh stok habis terjual pada malam yang sama. Untuk menjangkau lebih banyak pendengar, Olivia kemudian merilis lagu ini di berbagai layanan streaming mulai 24 Agustus.

Pemilihan nama serena joy bukan tanpa alasan. Dalam The Handmaid’s Tale, Serena Joy digambarkan sebagai sosok perempuan yang ikut membangun sistem patriarki, namun pada akhirnya justru kehilangan kebebasan akibat sistem yang ia bantu ciptakan.
Paradoks ini menjadi dasar kuat dalam lagu terbaru Olivia, yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat berada dalam sistem menindas tanpa menyadari bahwa sistem tersebut juga dapat berbalik mengekang dirinya sendiri.
Melalui lirik dan nuansa musiknya, Olivia seolah ingin menunjukkan bagaimana struktur sosial yang dibangun untuk mempertahankan kekuasaan tertentu bisa berdampak buruk bahkan bagi mereka yang merasa berada di posisi aman.
Pesan ini memperlihatkan kedewasaan artistik Olivia, yang tidak hanya menggunakan musik untuk bercerita tentang kehidupan personal, tetapi juga sebagai sarana menyuarakan isu sosial.
Sehari sebelum perilisan digital single serena joy, Olivia tampil di panggung dan menyampaikan bahwa karya terbarunya ini merupakan bagian dari perjalanan kreatifnya yang semakin berfokus pada tema perempuan dan perjuangan mereka.
Dengan menggabungkan inspirasi dari karakter kompleks Serena Joy dan pengalaman nyata perempuan di dunia modern, Olivia berhasil menghadirkan karya yang relevan sekaligus reflektif.
Perilisan serena joy semakin menegaskan posisi Olivia Rodrigo sebagai musisi muda yang berani menyuarakan isu-isu penting melalui musik. Setelah sukses dengan album terbarunya, ia kembali membuktikan bahwa musik dapat menjadi medium untuk membangun kesadaran sosial.
Lagu ini bukan hanya sekadar tambahan dalam diskografi Olivia, tetapi juga sebuah pernyataan artistik yang memperlihatkan kepeduliannya terhadap isu perempuan dan struktur patriarki.
Dengan tema yang kuat dan inspirasi dari salah satu karakter paling kompleks dalam The Handmaid’s Tale, lagu serena joy menjadi rilisan yang memperlihatkan sisi Olivia dalam menggabungkan musik dengan komentar sosial.
Baca juga: Rilis Single Jiwa Merah Putih, Melani Subono Serukan Persatuan
Baca juga: Unit Rock N Roll Kota Cirebon, Jalanjalan Lepas Single Debut Bertajuk Bebas
Kehadirannya di dunia musik bukan hanya sebagai penyanyi pop muda, tetapi juga sebagai suara generasi yang berani menantang sistem dan menyuarakan perubahan. []
Magang
Kahfi Reihan
Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah
27 Agustus 2026




