Bandung – Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa politik harus hadir melalui pelayanan nyata kepada masyarakat. Karena itu, partai politik tidak cukup aktif menjelang pemilu. Sebaliknya, partai harus ikut menyelesaikan berbagai persoalan rakyat.
Gus Muhaimin menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri PKB Jabar Fest dan Inagurasi DPAC PKB se-Jawa Barat di Youth Centre Arcamanik, Bandung, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, masyarakat harus merasakan kehadiran partai dalam kehidupan sehari-hari. Terutama saat mereka menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan berbagai tantangan sosial lainnya.
“PKB harus menjadi partai yang hadir dalam kehidupan masyarakat. Partai tidak boleh hanya hadir saat pemilu, tetapi harus hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan, membutuhkan solusi, dan membutuhkan harapan,” ujarnya.
Selain itu, Gus Muhaimin menegaskan bahwa politik pelayanan menjadi fondasi utama perjuangan PKB. Oleh karena itu, seluruh kader harus memperkuat pengabdian dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Konsolidasi Organisasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda menjelaskan bahwa PKB Jabar Fest menjadi sarana mempererat hubungan partai dengan masyarakat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga memperkuat tradisi pengabdian yang selama ini menjadi identitas PKB.
Menurut Huda, konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti pada penguatan struktur. Sebaliknya, setiap agenda partai harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“PKB ingin memastikan bahwa kerja politik berjalan seiring dengan kerja sosial dan kerja kemanusiaan. Karena itu, konsolidasi organisasi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Kiai Maman: Khidmat Adalah Jati Diri PKB
Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq menilai tema “Padamu Jawa Barat, PKB Berkhidmat” mencerminkan jati diri partai yang lahir dari tradisi pesantren dan perjuangan para ulama.
Menurut Kiai Maman, kader PKB harus menerjemahkan nilai khidmat dalam tindakan nyata. Mereka harus melayani, mendampingi, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“PKB dibangun oleh para ulama dengan semangat melayani. Ukuran keberhasilan partai bukan hanya jumlah kursi yang diraih, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI itu menambahkan bahwa tantangan sosial yang semakin kompleks membutuhkan politik yang dekat dengan rakyat. Karena itu, kader PKB harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Ia menyoroti kemiskinan, pendidikan, pemberdayaan pesantren, dan perlindungan kelompok rentan sebagai bidang yang memerlukan perhatian serius.
Politik Harus Menghadirkan Harapan
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Maman mengapresiasi berbagai program pelayanan sosial yang mewarnai PKB Jabar Fest. Program itu antara lain layanan ambulans siaga dan berbagai kegiatan kemanusiaan yang kader PKB jalankan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Menurutnya, politik yang bermakna adalah politik yang menghadirkan harapan.
“Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kader PKB harus menjadi yang pertama hadir dan yang terakhir meninggalkan mereka,” katanya.
Melalui pengukuhan DPAC PKB se-Jawa Barat, PKB berharap struktur partai di tingkat akar rumput semakin kuat. Dengan demikian, kader dapat merespons kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara lebih cepat dan efektif.
Bagi PKB, konsolidasi organisasi bukan sekadar agenda internal partai. Sebaliknya, konsolidasi menjadi sarana untuk memperkuat pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
“Khidmat kepada rakyat adalah jalan perjuangan PKB. Dari Jawa Barat, semangat itu harus terus hidup untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat,” ujar Kiai Maman.[]
