REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Di balik ketegangan, misteri, dan adegan investigasi yang intens, film Memburu Pemangsa membawa penonton masuk ke dalam perlombaan melawan waktu untuk menghentikan seorang predator anak sebelum korban berikutnya berjatuhan.
Karya terbaru rumah produksi Sinemaku Pictures yang ditulis, disutradarai, sekaligus diproduseri oleh Umay Shahab ini tidak hanya menawarkan pengalaman thriller yang menegangkan, tetapi juga mengangkat isu sosial yang relevan tentang kekerasan terhadap anak dan peran penting jurnalis dalam mengungkap kebenaran.
Cerita film ini berpusat pada sebuah kasus mengerikan. Empat anak dilaporkan menghilang dari satu kawasan. Ketika akhirnya ditemukan, kondisi mereka sudah tidak bernyawa dan termutilasi. Situasi menjadi semakin mencekam karena ancaman belum berakhir. Seorang anak lain kini berada dalam bahaya dan waktu untuk menyelamatkannya terus menipis.
Di tengah situasi tersebut, penonton diperkenalkan pada karakter Agnes, yang diperankan oleh Laura Basuki.
Agnes adalah pemimpin redaksi Daily Wave News yang selama bertahun-tahun menolak mempercayai hal-hal berbau supranatural sejak kematian putrinya. Trauma masa lalu membuatnya memilih untuk berpijak pada logika dan fakta.
Namun keyakinannya mulai terguncang ketika sebuah peristiwa mengerikan terjadi tepat di depan matanya. Seorang anak diculik secara misterius, memaksanya terlibat langsung dalam penyelidikan yang jauh lebih besar dan berbahaya daripada yang pernah ia bayangkan.
Untuk membongkar kasus tersebut, Agnes bekerja bersama tiga jurnalis perempuan lainnya. Mereka adalah Cia yang diperankan Prilly Latuconsina, Brina yang diperankan Taskya Namya, dan Anya yang diperankan Yasamin Jasem. Dalam investigasi itu, mereka juga dibantu oleh seorang polisi bernama Petra yang diperankan Andi Mashadi.
Awalnya, penyelidikan dilakukan seperti investigasi jurnalistik pada umumnya. Mereka mengumpulkan informasi, mengejar narasumber, menyusun fakta, dan mencoba menemukan hubungan antara satu korban dengan korban lainnya. Namun semakin dalam mereka menggali, semakin gelap pula kenyataan yang mereka temukan.
Kasus tersebut perlahan berubah menjadi mimpi buruk. Setiap petunjuk yang mereka temukan justru membuka teka-teki baru. Setiap jawaban yang muncul menghadirkan ancaman yang lebih besar. Para jurnalis itu tidak hanya berhadapan dengan pelaku kejahatan yang berbahaya, tetapi juga dengan ketakutan mereka sendiri.
Film ini kemudian berkembang menjadi kisah tentang keberanian dan pengorbanan. Agnes dan timnya dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit: mundur demi menyelamatkan diri sendiri atau terus melanjutkan investigasi dengan risiko kehilangan nyawa demi menyelamatkan anak-anak yang tidak pernah mampu mereka lindungi.
Ketegangan itulah yang menjadi jantung utama film Memburu Pemangsa. Penonton diajak mengikuti perjalanan investigasi yang penuh tekanan, ketika batas antara kebenaran, ketakutan, dan ancaman semakin kabur. Setiap keputusan yang diambil para karakter bisa menentukan hidup dan mati seseorang.
Menurut Umay Shahab, film ini memang dibuat sebagai bentuk penghormatan kepada para jurnalis yang selama ini bekerja di garis depan untuk mengungkap berbagai persoalan yang perlu diketahui publik.
“Film ini kami buat untuk para jurnalis di Indonesia, yang selalu berjuang untuk memberikan informasi bagi masyarakat. Di film ini, kita bisa melihat kerja keras para jurnalis, dan saat mereka bertugas ancamannya bisa saja nyawa,” tutur Umay Shahab, dikutip Reallist Media pada Senin, 28 September 2026.
“Kami berharap lewat film ini penonton juga semakin mengapresiasi para jurnalis yang sudah berani untuk mengungkap informasi yang penting untuk kita ketahui,” ujar dia.
Baca juga: Sinopsis Lengkap Film Foufo Karya Bayu Skak
Baca juga: Sinopsis Film Pesta Babi Karya Sutradara Dandhy Laksono
Saat ini, film Memburu Pemangsa sudah tayang di berbagai jaringan layar bioskop di seluruh Indonesia. []




