The Academy Rilis Aturan Baru untuk Film dengan Teknologi AI di Oscar 2027

The Academy Rilis Aturan Baru untuk Film dengan Teknologi AI di Oscar 2027

Jakarta – Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), atau yang lebih dikenal sebagai The Academy, resmi merilis pembaruan aturan untuk Academy Awards (Piala Oscar) 2027 pada Jumat, 1 Mei 2026 waktu setempat.

Salah satu poin paling penting dalam revisi ini adalah penegasan mengenai kelayakan film yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatifnya.

Mengutip informasi dari laman Channel News Asia, aturan baru tersebut menegaskan bahwa penggunaan AI tidak otomatis menahan atau merugikan peluang sebuah film untuk mendapatkan nominasi. Namun, The Academy akan menilai sejauh mana peran manusia tetap berada di pusat proses kreatif.

Organisasi juga berhak meminta informasi tambahan dari tim produksi mengenai kontribusi manusia dalam pembuatan film.

“Manusia harus berada di pusat proses kreatif. Seiring dengan terus berkembangnya AI, percakapan kita seputar AI juga akan ikut berkembang,” ucap Presiden The Academy, Lynette Howell Taylor, dikutip Reallist Media pada Senin, 4 Mei 2026.

“Tetapi bagi The Academy, kami akan selalu menempatkan kepengarangan manusia sebagai pusat proses kelayakan penghargaan kami,” tuturnya.

Dalam kategori skenario, aturan baru menyatakan bahwa naskah harus ditulis oleh manusia agar memenuhi syarat. Langkah ini sejalan dengan tradisi The Academy yang selalu meninjau kembali standar kelayakan sesuai perkembangan teknologi, mulai dari suara, warna, hingga citra komputer (CGI).

Selain isu AI, perubahan signifikan juga terjadi pada kategori Film Internasional. Kritik yang selama ini muncul terkait keterbatasan kelayakan kini dijawab dengan memperluas cakupan.

Film yang memenangkan penghargaan tertinggi di festival bergengsi seperti Cannes (Palme d’Or), Venice (Golden Lion), dan Toronto (Platform Award) kini otomatis memenuhi syarat.

Daftar festival yang masuk kualifikasi juga mencakup Berlin (Golden Bear), Busan (Best Film Award), dan Sundance (World Cinema Grand Jury Prize).

CEO The Academy, Bill Kramer, menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya progresif untuk semakin menduniakan Oscar.

“Seperti yang kami lakukan setiap tahun, kami membuat banyak perubahan yang menurut kami sangat cerdas dan progresif,” kata Bill.

“Jelas, seiring dengan semakin mendunianya Akademi, kita perlu memikirkan bagaimana kita mengundang film-film internasional ke dalam percakapan Oscar,” ujarnya.

Perubahan lain yang tak kalah penting adalah pengakuan terhadap tim kreatif film internasional. Semua film akan dicantumkan sebagai nomine, bukan negara atau wilayah, dan penghargaan akan diterima langsung oleh pembuat film.

Nama sutradara juga akan tercantum di plakat Oscar setelah judul film dan negara asal. Hal ini mencerminkan keinginan The Academy untuk menghormati individu kreatif di balik karya, bukan sekadar representasi negara.

Selain itu, The Academy juga mengizinkan seorang aktor dinominasikan untuk lebih dari satu penampilan dalam satu kategori. Aturan baru juga mengklarifikasi kriteria kelayakan lagu orisinal yang diputar selama kredit akhir film.

Lagu yang musik pengiring pertamanya muncul di kredit akhir harus tumpang tindih dengan setidaknya 15 detik terakhir film sebelum kredit bergulir agar dianggap memenuhi syarat.

Dengan berbagai pembaruan ini, Oscar 2027 diprediksi akan menjadi salah satu edisi paling progresif dalam sejarah penghargaan bergengsi tersebut.

Baca juga: Film Wuthering Heights Karya Emerald Fennell Resmi Tayang di HBO Max

Baca juga: Dibintangi Hana Malasan, Film Kupeluk Kamu Selamanya Siap Tayang di Bioskop

Fokus pada peran manusia di tengah perkembangan AI, perluasan cakupan film internasional, serta fleksibilitas baru dalam kategori akting dan musik menunjukkan komitmen The Academy untuk tetap relevan di era teknologi dan globalisasi. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *