Profil James F. Sundah, Komposer yang Pernah Kerja Bareng Personel Scorpion

Profil James F. Sundah, Komposer yang Pernah Kerja Bareng Personel Scorpion

Jakarta – James F. Sundah, sosok maestro musik Indonesia meninggal dunia pada 7 Mei 2026 di New York pada usia 70 tahun. Ia dikenal sebagai pencipta lagu abadi seperti Lilin Lilin Kecil dan September Ceria, serta mencatat sejarah dengan berkolaborasi bersama personel Scorpions dalam album internasional.

Profil dan perjalanan kariernya menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap musik, cinta, dan perjuangan hak cipta.

James Freddy Sundah lahir di Semarang pada 1 Desember 1955 dari keluarga Minahasa. Sejak kecil ia sudah akrab dengan musik karena ayahnya, Alfred Sundah, adalah tokoh budaya yang berperan besar dalam melestarikan musik kolintang dan bambu di Sulawesi Utara.

James mulai bermain musik sejak usia delapan tahun, dan bakatnya semakin berkembang ketika ia beranjak dewasa. Pada 1977, namanya melejit setelah memenangkan Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors dengan lagu Lilin Lilin Kecil yang dinyanyikan Chrisye.

Lagu ini menjadi titik balik dalam sejarah musik pop Indonesia, bertahan di puncak tangga lagu lebih dari setahun, dan hingga kini tetap dikenang sebagai salah satu karya terbaik sepanjang masa.

Sepanjang kariernya, James menciptakan ratusan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi besar lintas generasi. Di antaranya adalah September Ceria yang dipopulerkan Vina Panduwinata, Astaga oleh Ruth Sahanaya, serta berbagai karya lain yang dibawakan oleh Krisdayanti, Titi DJ, Nicky Astria, Sheila Majid, hingga Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca.

Ia juga dikenal sebagai produser dan arranger yang membantu membentuk kualitas artistik banyak rekaman penting. James memiliki reputasi sebagai sosok yang teliti dalam produksi musik, dengan kekuatan utama pada diksi lirik yang puitis dan emosional, sehingga karya-karyanya terasa timeless dan tak lekang oleh waktu.

Salah satu pencapaian internasional James adalah keterlibatannya dalam penulisan lagu When You Came Into My Life bersama Titiek Puspa, serta Klaus Meine, dan Rudolf Schenker dari Scorpions.

Lagu ini masuk dalam album Pure Instinct (1996) dan kemudian dirilis ulang sebagai single yang diproduksi oleh David Foster. Kolaborasi ini menjadi bukti pengakuan internasional atas talenta James, sekaligus menempatkan musik Indonesia di panggung global.

Selain berkarya, James aktif memperjuangkan hak cipta dan kesejahteraan musisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai pengurus di PAPPRI dan Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI), serta sering mewakili Indonesia dalam forum internasional terkait musik dan hak cipta.

Salah satu kutipan terkenalnya adalah “No Song, No Music Industry”, yang menegaskan bahwa tanpa lagu, industri musik tidak akan pernah ada. Dedikasinya membuatnya dihormati bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai pejuang ekosistem musik Indonesia.

Sejak akhir 1990-an, James menetap di New York bersama keluarganya. Meski jauh dari Tanah Air, ia tetap intens berkarya dan mengikuti perkembangan musik Indonesia. Pada 2024, ia didiagnosis kanker paru-paru, namun tetap berjuang dengan semangat luar biasa.

Pada 15 Oktober 2025, ia merilis karya terakhir berjudul Seribu Tahun Cahaya yang dinyanyikan Claudia Emmanuela Santoso, dipersembahkan khusus untuk sang istri Lia Sundah-Suntoso. Sebulan kemudian, ia menerima Lifetime Achievement Award dari AMI Awards 2025, sebuah penghargaan yang menegaskan kontribusinya bagi musik Indonesia.

Kepergian James pada 7 Mei 2026 meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik. Namun warisan musikalnya akan terus hidup melalui lagu-lagu ciptaannya yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup banyak orang Indonesia.

Ia dikenang sebagai maestro yang menghubungkan musik, cinta, dan kehidupan, serta sebagai sosok yang rendah hati, hangat, dan penuh dedikasi.

Baca juga: Profil Ndhank Surahman Hartono, Penulis Lagu yang Melambungkan Nama Stinky

Baca juga: Profil Juwono Sudarsono, Tokoh Sipil Pertama Duduki Kursi Menhan RI

Lagu-lagunya adalah pengingat bahwa musik mampu melintasi generasi, memberi makna mendalam, dan menjadi soundtrack kehidupan yang tak lekang oleh waktu. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *