Zhafari Rilis Album Debut Kontemplatif Bertajuk Sisa Malam

REALLISTMEDIA.COM – Jakarta – Ada satu fase waktu di ujung malam ketika hari sebenarnya hampir berganti, namun fajar belum juga menampakkan sinarnya.

Sekitar pukul tiga dini hari, manakala dunia melambat dan seisi rumah terlelap dalam tidur, pikiran manusia justru sering kali berjalan paling kencang.

Di saat-saat sunyi inilah berbagai pertanyaan eksistensial tentang hidup bermunculan tanpa aba-aba, mulai dari bayang-bayang seseorang yang hilang, penyesalan masa lalu, kecemasan menghadapi masa depan, hingga hal-hal remeh yang bahkan luput dipikirkan sepanjang hari yang sibuk.

Ruang psikologis dan kontemplatif inilah yang coba direkam dan diabadikan oleh solois asal Jakarta yang juga dikenal sebagai vokalis band Voxxes, Zhafari, melalui album perdananya yang bertajuk Sisa Malam, yang resmi diluncurkan pada 30 September 2026.

Nostalgia Pop 2000-an

Melalui proyek solonya ini, Zhafari memilih untuk kembali ke akar musikalitas yang membentuk cara pandangnya terhadap melodi dan lirik, yakni nuansa khas pop era 2000-an. Album perdana ini merupakan buah dari proses kreatif yang dikerjakan secara teliti dan sabar selama kurang lebih dua tahun.

Delapan lagu yang terangkum di dalamnya bukan sekadar karya instan, melainkan potongan-potongan pikiran, serpihan pengalaman personal, serta cerita-cerita empiris dari orang-orang terdekat Zhafari yang dirajut ke dalam bentuk medium suara.

Konsep Naratif

Uniknya, Zhafari secara sadar tidak merancang album ini sebagai sebuah narasi cerita yang linier dari awal hingga akhir. Menurutnya, isi kepala seseorang ketika terjaga di tengah malam tidak pernah berjalan lurus atau terstruktur dengan rapi.

“Biasanya suka muncul pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan di sisa malam, ketika pikiran bisa tiba-tiba memikirkan banyak hal secara bersamaan. Overthinking datangnya suka random. Kadang tentang cinta, kadang tentang kehidupan,” ujar Zhafari, dikutip Reallist Media pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia mengibaratkan kedelapan lagu dalam Sisa Malam sebagai kepingan teka-teki (puzzle). Masing-masing trek berdiri dengan karakternya sendiri, membawa emosi tentang cinta, kehilangan, kesedihan, maupun harapan.

Namun, ketika kepingan-kepingan tersebut disatukan, mereka membentuk mozaik utuh yang merekam perjalanan mental Zhafari selama dua tahun terakhir.

Fokus Trek Bertajuk Hingga Kau Kembali

Dari delapan cerita yang disajikan, lagu berjudul Hingga Kau Kembali didapuk sebagai focused track utama yang paling merepresentasikan esensi keseluruhan album Sisa Malam.

Lagu ini mengangkat tema yang cukup berat, yakni tentang rasa kehilangan. Kendati demikian, Zhafari tidak ingin membawanya jatuh ke dalam jurang keputusasaan yang kelam.

Di balik liriknya, terselip sisi optimistis yang kuat, tentang seseorang yang dengan sabar memilih untuk terus mempersiapkan diri menyambut kepulangan sosok yang dinantikannya, meskipun tidak ada jaminan kepastian kapan atau bahkan apakah kepulangan itu benar-benar akan terjadi.

Visualisasi Single Utama

Konsep penantian dalam ketidakpastian ini diterjemahkan secara visual melalui official lyric video lagu bertajuk Hingga Kau Kembali. Video tersebut menggambarkan situasi seseorang yang konsisten menjaga ruang dan hatinya tetap siap menyambut orang terkasih kapan pun ia pulang.

“Konsep video liriknya tuh menyiapkan diri kita untuk menyambut seseorang kapan pun dia akan pulang, walaupun kita nggak tahu dia akan pulang atau enggak,” tutur Zhafari.

Gagasan tentang bertahan dalam penantian tanpa jawaban pasti inilah yang menjadi benang merah album Sisa Malam. Sebab, di tengah riuhnya pertanyaan yang berkecamuk di penghujung malam, tidak semua hal di dunia ini harus langsung menemukan jawaban.

Ada kalanya manusia hanya perlu belajar bertahan bersama pertanyaan tersebut, membiarkan waktu yang menjawabnya secara alami.

Ruang Interpretasi Pendengar

Meski album ini lahir dari rahim pengalaman personal Zhafari dan lingkaran terdekatnya, ia tidak berniat memonopoli makna dari karya-karyanya.

Zhafari sengaja menerapkan prinsip interpretasi terbuka (open interpretation) agar para pendengar dapat menemukan cerminan diri dan kisah hidup mereka sendiri di dalam setiap bait lagunya.

“Aku menerapkan open interpretation di lagu-lagu ini supaya pendengar juga bisa ikut memiliki lagu ini, nggak hanya aku yang memiliki,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, album Sisa Malam bertransformasi dari sekadar buku harian pribadi seorang musisi menjadi ruang publik yang inklusif.

Daftar Lagu

Album ini menjelma layaknya percakapan sunyi di pukul tiga pagi, tempat setiap orang bisa berdamai dengan isi kepala mereka masing-masing. Lagu-lagu dalam album ini masing-masing berjudul:

  1. Bunga
  2. September
  3. Di Sisa Hidupku
  4. Hingga Kau Kembali
  5. Tanpa Diriku
  6. Batas Waktu
  7. Seperti Mati
  8. Melodi

Baca juga: Idam Eks Zivilia Gabung The Orion, Langsung Rilis Tiga Single

Baca juga: Vedra dan Gerald Rilis Ulang Single Tercipta Untukku Milik UNGU

Saat ini, album Sisa Malam milik Zhafari sudah dapat didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. []

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *