Jakarta – Platform layanan urun dana berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), Danamart, resmi meluncurkan pilot blended finance pertama di Indonesia.
Inisiatif ini memperkuat posisi Danamart sebagai pionir dalam investasi ESG sekaligus mempercepat perkembangan impact investing di Tanah Air. Langkah ini juga menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem blended finance yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui model pembiayaan terstruktur, Danamart menghubungkan modal filantropi, investor, dan penerbit dalam satu ekosistem investasi.
Pendekatan blended finance ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan pada sektor-sektor berdampak tinggi yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), termasuk kesehatan, akses air bersih, dan energi terbarukan.
Sebagai platform securities crowdfunding berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danamart menghadirkan solusi investasi berdampak yang memungkinkan investor berpartisipasi dalam proyek sektor riil dengan pendekatan ESG serta struktur pembiayaan yang transparan.
Dampak awal dari inisiatif ESG Danamart sudah mulai terlihat. Program ini berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan bagi sekitar 7.000 individu, pengurangan sekitar 11.000 ton emisi CO₂, penciptaan 3.000 lapangan kerja, serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi 12.000 individu.
Selain itu, inisiatif ini juga memperluas akses pendidikan, mendukung masyarakat yang belum terlayani secara optimal, memperkuat kemitraan strategis, serta mendorong pemanfaatan energi bersih.
Berbicara dalam keterangan tertulisnya, CEO Danamart, Patrick Gunadi, menegaskan bahwa blended finance bukan sekadar donasi, melainkan cara membangun investasi yang berkelanjutan.
“Melalui blended finance, dana filantropi kami gunakan untuk membantu mengurangi risiko di awal, sehingga lebih banyak investor merasa aman untuk ikut berinvestasi,” ujar Patrick Gunadi, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 11 April 2026.
Dalam proyek percontohan ini, Danamart menerapkan skema pembiayaan berlapis, di mana mitra yayasan berperan sebagai pelindung risiko tahap awal. Pendekatan ini menjaga risiko investasi sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak investor, baik ritel maupun institusi, untuk berpartisipasi dalam investasi ESG.
Seluruh efek yang diterbitkan dikelola dalam infrastruktur resmi pasar modal Indonesia, termasuk melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), guna memastikan transparansi, tata kelola yang baik, serta perlindungan investor.
Peluncuran blended finance ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang melibatkan investor, donor, dan penerbit.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin menurunkan risiko investasi sekaligus membuka partisipasi yang lebih luas dalam pembiayaan berdampak,” tutur Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman.
Meskipun tren blended finance global terus berkembang, implementasinya di Indonesia masih berada pada tahap awal. Danamart menargetkan untuk mendorong lebih banyak partisipasi investor dalam pembiayaan sektor-sektor berbasis SDGs melalui model pembiayaan yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
“Ini adalah langkah awal. Ke depan, kami akan memperluas kolaborasi dengan mitra global untuk meningkatkan skala pembiayaan dan dampak,” ujar Patrick Gunadi.
Danamart membuka peluang kolaborasi dengan lembaga pembangunan internasional, institusi filantropi, serta investor berdampak untuk memperluas implementasi blended finance di Indonesia.
Danamart sendiri merupakan platform layanan urun dana Indonesia (securities crowdfunding) berbasis ESG yang berizin dan diawasi oleh OJK. Beroperasi dalam ekosistem pasar modal Indonesia, Danamart didukung oleh infrastruktur utama termasuk KSEI.
Baca juga: Bank Jakarta Kembali Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta
Baca juga: Survei Sun Life Sebut Perempuan Indonesia Masih Abaikan Kesehatan Demi Keluarga
Platform ini memfasilitasi investasi berdampak melalui pendekatan blended finance dengan model pembiayaan terstruktur yang selaras dengan SDGs, menjembatani kebutuhan pendanaan dengan peluang sektor riil di Indonesia. []

