Jakarta – Aksi aktor Korea Selatan Ji Chang Wook membantu pembangunan gedung pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial.
Video yang beredar sejak Senin, 13 April 2026 itu memperlihatkan Ji Chang Wook menyampaikan dukungan untuk PAUD Cahaya Timur di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan sebuah brand makanan ringan melalui program bertajuk One Bite One Dream. Dalam video itu, Ji Chang Wook menyapa para siswa dengan penuh semangat.
“Halo, adik-adik. Apa kabar? Saya aktor Ji Chang Wook. Apakah kalian senang dengan sekolah barunya,” ujarnya dalam video tersebut, dikutip Reallist Media pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam video yang sama, Ia Nampak berharap gedung baru itu bisa membuat anak-anak lebih nyaman belajar.
“Semoga di sekolah baru ini, adik-adik bisa belajar dengan lebih nyaman dan semakin semangat. Saya juga berharap suatu saat bisa datang ke Kupang dan bertemu langsung dengan kalian,” tuturnya.
Dihubungi para awak media, pengelola PAUD Cahaya Timur, Julio Dos Reis Gonzaga, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.
Dia menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 2015 kini memiliki 37 murid aktif dan telah meluluskan sedikitnya 80 murid. Bahkan, ada kelas filial di kampung sebelah karena tidak tersedia lembaga PAUD di sana.
Julio mengaku tidak menyangka PAUD yang dikelolanya mendapat perhatian dari Ji Chang Wook.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena doa kami akhirnya dikabulkan,” katanya.
“Kami juga tidak sangka-sangka kalau PAUD kami dibantu oleh artis Korea. Awalnya kami mendapat donator dari Happy TOS dan difasilitasi oleh LSM Happy Hearts Indonesia sehingga bantuan ini bisa terwujud,” ucapnya.
Sejak awal berdiri, PAUD Cahaya Timur hanya memiliki dua guru, kini bertambah menjadi tiga orang setelah adanya kelas filial. Namun, kondisi kesejahteraan guru masih memprihatinkan.
“Sejak awal kami tidak dibayar, anak-anak juga tidak bayar uang sekolah. Kami hanya dapat swadaya dari orang tua murid saja,” ucap Julio.
Saat ini sekolah mulai menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tetapi jumlah gaji guru masih bergantung pada jumlah siswa. Julio bilang, hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah daerah.
“Kalau murid banyak kami digaji Rp 250 ribu, kalau murid sedikit hanya Rp 100 ribu per bulan. Itu pun kadang enam bulan baru dibayar, jadi dalam setahun hanya dua kali menerima gaji,” ujarnya.
Kondisi ini menyoroti tantangan besar pendidikan di daerah terpencil. Meski fasilitas terbatas dan kesejahteraan guru masih jauh dari layak, semangat untuk mendidik anak-anak tetap terjaga. Julio berharap semakin banyak lembaga pendidikan di pelosok Indonesia yang mendapat perhatian dan bantuan serupa, baik untuk PAUD maupun sekolah dasar.
Aksi Ji Chang Wook yang viral ini bukan hanya membawa harapan baru bagi anak-anak PAUD Cahaya Timur, tetapi juga membuka mata publik tentang realitas pendidikan di daerah terpencil.
Baca juga: Bandung Independent School Sukses Gelar Turnamen Amal Sepak Bola di Bogor
Dukungan internasional seperti ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. []

