Jakarta – Dukungan terhadap akademisi Saiful Mujani yang tengah menghadapi kemungkinan proses hukum akibat kritik kerasnya terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo, mengalir dari Ciputat.
Dalam acara halal bihalal bertajuk “Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan!” yang digelar Komunitas Ciputat pada Kamis, 16 April 2026, sejumlah tokoh menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi, hak untuk mengkritik pemerintah, serta penolakan terhadap segala bentuk represi terhadap akademisi dan aktivis.
Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyatakan bahwa acara tersebut digelar salah satunya untuk memberikan dukungan moral kepada Saiful Mujani.
“Acara ini untuk senior kita, dosen kita, intelektual kita, Profesor Saiful Mujani, yang dilahirkan dari Ciputat untuk kuat atas kemungkinan proses hukum yang dihadapinya,” ujar Ray Rangkuti, dikutip Reallist Media pada Sabtu, 18 April 2026.
Kritik Bukan Dosa
Mantan Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah, menegaskan bahwa kritik terhadap kekuasaan tidak boleh berujung pada pemenjaraan. Menurutnya, mengkritik adalah bagian dari tradisi intelektual dan demokrasi.
“Kritik pada kekuasaan bukanlah dosa yang harus berakhir di penjara. Jangan mau disandera untuk menjadi takut menyampaikan kebenaran,” tuturnya.
Sementara Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyoroti kondisi masyarakat yang menurutnya sedang hidup dalam ketakutan. Ia menyebut bahwa demokrasi yang ada saat ini hanyalah ilusi.
“Kita sedang hidup dalam ketakutan. Kalau betul demikian, apakah kita masih bisa dibilang hidup di alam demokrasi? Sebenarnya kita tidak lagi hidup di alam demokrasi, kita hidup di dalam ilusi demokrasi,” ujar dia.
Isnur juga menyoroti proses legislasi yang dianggap tidak transparan, termasuk pembahasan undang-undang di hotel tanpa kejelasan sumber biaya.
Selain itu, ia mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggunakan dana negara lebih dari Rp300 triliun per tahun, namun tidak memiliki landasan undang-undang.
Apresiasi untuk Komunitas Ciputat
Mantan Rektor UIN Jakarta, Komaruddin Hidayat, memberikan apresiasi atas inisiatif Komunitas Ciputat yang terus bersuara mengenai kondisi negara. Ia berharap para akademisi dan aktivis tidak pernah lelah mengawal cita-cita kemerdekaan.
“Jangan lelah mengawal cita-cita kemerdekaan sampai terwujud masyarakat yang cerdas, sehat, sejahtera, adil, dan bahagia,” katanya, berpesan.
Kehadiran Tokoh-Tokoh Nasional
Acara halal bihalal ini dihadiri lebih dari seratus peserta, sebagian besar merupakan alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mereka terdiri dari akademisi, praktisi hukum, aktivis, jurnalis, dan berbagai profesi lainnya.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Komaruddin Hidayat, Musdah Mulia, Ray Rangkuti, Burhanuddin Muhtadi, Ali Munhanif, Muhammad Isnur, Moqsith Ghozali, Yuniyanti Chuzaifah, Nong Darol Mahmada, Mixil Mina Munir, Yati Andriani, Syafiq Hasyim, Taftazani, Rahmat Jaelani Kiki, Andi Syafrani, Zezen Zaenal Mutaqin, Elis Heart, Nury Sybli, Saidiman Ahmad, Ridwan Darmawan, dan lainnya.
Baca juga: Donald Trump Terima 10 Poin Tuntutan, Iran Mengaku Menang Telak
Baca juga: Prabowo–Megawati Bertemu di Istana, Bahas Isu Strategis dan Geopolitik
Acara ini menegaskan bahwa Ciputat, sebagai pusat lahirnya banyak intelektual dan aktivis, tetap menjadi ruang penting bagi suara kritis terhadap jalannya pemerintahan. []

