Jakarta – Penyanyi Andien merilis album studio kesembilan bertajuk Sehidup Semusik pada 26 Juni 2026, tepat di tahun ke-26 perjalanan kariernya. Album ini berisi 13 lagu baru yang menjadi rangkuman perjalanan panjangnya, menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus eksplorasi musikal yang berani.
Andien menjelaskan bahwa judul album ini lahir dari keyakinan bahwa musik adalah bahasa kehidupan. Kata-kata “Sehidup Semusik”, kata dia, menggambarkan bahwa musik berperan penting dalam kehidupan.
“Kalimat, nada, irama, dinamika, dan cara penyampaian yang sama, berkomunikasi dengan bahasa yang serupa,” ujar Andien, dikutip Reallist Media pada Minggu, 28 Juni 2026.
Inspirasi utama album ini datang dari tradisi mixtape. Andien mengenang masa SMA ketika orang menyampaikan perasaan dengan memberikan kaset atau CD berisi lagu favorit.
“Bisa dibilang ini album yang paling suka-suka gue, karena apa yang aku suka dituangkan ke dalamnya,” kata Andien.
“Itu juga kenapa setiap lagu punya nuansa berbeda-beda tapi semuanya bisa mewakilkan perasaanku. Makanya produsernya juga beda-beda,” ujarnya.
Album ini melibatkan sederet nama besar yang sudah akrab dengan perjalanan musik Andien, sekaligus menghadirkan wajah baru.
Laleilmanino menghadirkan single Naksir, Nikita Dompas menggarap Merona Rasa, dan Ali Akbar Sugiri menulis Jika Nanti Kita Lupa.
Ada juga Lafa Pratomo dengan Manusia Favorit, Swugafunk lewat Jatuh Pelan, serta Abenk Alter bersama Adrianto Ario Seto yang menulis Nostalgia.
Mohammed Kamga bersama Kevin Queency dan Iqbal Siregar menghidupkan Sentil Kalau Nakal, sementara Dipha Barus membawa Andien kembali ke lantai dansa lewat lagu utama Sehidup Semusik.
Kolaborator baru turut memberi warna segar. Kenny Gabriel menghadirkan nuansa synth pop di Cosmic Romantic, tim S/EEK memoles Ujung-ujungnya Kamu karya Clara Riva, dan Kareem Soenharjo menebar produksi elektronik di Mata Ketiga, Intro, dan Nonchalant.
Dua lagu terakhir terasa istimewa karena menampilkan suara kedua putra Andien, Kawa dan Tabi, serta sang suami Irfan Wahyudi.
Setiap lagu di album ini menggambarkan fase cinta yang berbeda. Naksir, Cosmic Romantic, dan Jatuh Pelan menangkap berdebarnya jatuh hati, sementara Manusia Favorit, Ujung-ujungnya Kamu, dan Jika Nanti Kita Lupa memotret ketenangan dalam pelukan yang tepat.
Meski tiap lagu punya warna unik, benang merahnya tetap suara Andien yang semakin matang, fleksibel, dan berani bereksplorasi.
Album ini digarap selama dua tahun dengan keterlibatan terbesar Andien dibanding karya sebelumnya. Di tengah kesibukan sebagai ibu, istri, pengusaha, juri kompetisi nyanyi, dan berbagai aktivitas lain, ia tetap mampu menghadirkan karya penuh eksplorasi.
“Di 26 tahun bermusik ini sudah banyak banget fase yang aku lalui, dan aku merasa menjadi ibu dari dua anak serta masih berkarya dan eksplor adalah sesuatu yang perlu dirangkul,” kata Andien.
Baca juga: Bernadya Kemas Rasa Takut di Album Kedua, Semoga Hanya di Mimpi
Baca juga: Duo Antonia Perkenalkan Diri Lewat Mini Album Suara Hati
Saat ini, album Sehidup Semusik milik Andien sudah tersedia di seluruh platform digital streaming mulai 26 Juni 2026. []
